Tangkal Radikalisme, Polda Lampung Gandeng Eks Radikalis Ken Setiawan

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

18 Juni 2025 16:10 WIB
Ragam | Rilis ID
Polda Lampung menggelar kegiatan FGD bertema moderasi beragama dengan narasumber Ken Setiawan. Foto: Ist
Rilis ID
Polda Lampung menggelar kegiatan FGD bertema moderasi beragama dengan narasumber Ken Setiawan. Foto: Ist

RILISID, Bandar Lampung — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar kegiatan FGD bertema moderasi beragama guna menangkal paham radikalisme di wilayh Lampung.

Diskusi Publik itu menghadirkan narasumber Ken Setiawan, mantan Radikalisme yang sekarang sudah insyaf dan mendirikan Lembaga Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center sebagai lembaga pusat rehabilitasi korban NII.

‎‎Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 18 juni 2025 di Baitul Jannah Islamic School Bandar Lampung. Selain Ken Setiawan, Polda Lampung juga menghadirkan Satgaswil Densus 88 dan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

‎‎Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika melalui Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat (Wadir Binmas) Polda Lampung AKBP Abdurahman Napitupulu menyampaikan bahwa kegiatan moderasi beragama bertujuan untuk menangkal paham radikalisme.

“Kegiatan ini salah satu bagian progam dalam rangka menciptakan situasi yang aman damai dan kondusif di wilayah hukum Polda Lampung,” ujarnya.

‎Pihaknya berharap kehadiran dan kesaksian Ken Setiawan secara gamblang tentang pengalaman dulu ketika terpapar dan bergabung di dalam kelompok radikalisme menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, bahwa paham radikalisme itu benar-benar ada dan bahkan bisa jadi ada di sekitar kita.

“‎Kami berharap peserta FGD mendapatkan pencerahan supaya dapat mewaspadai bahaya radikalisme di sekitar wilayahnya, agar tercipta suasana yang aman damai dan kondusif di wilayah hukum Polda Lampung,” tutup tutup Napitupulu.

Sementara Ken Setiawan mengatakan di era digital saat ini, paham radikalisme dan terorisme tak lagi menyebar lewat pertemuan-pertemuan rahasia. Tapi saat ini lewat ponsel dan media sosial.

Rata rata anak SMP dan SMA bisa terpapar paham terorisme dan direkrut melalui media sosial.

“Ancaman itu sekarang ada dalam genggaman. Sangat mengerikan, maka perlu kontrol orang tua, dan kita harus pesankan ke anak, jika menerima berita harus tabayun, jangan menelan mentah-mentah informasi,” pesannya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Ken Setiawan

NII

mantan teroris

FKPT Lampung

BNPT

Polda Lampung

NII Crisis Center

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya