Itera Tambah 2 Guru Besar Bidang Perencanaan Pembangunan dan Infrastruktur Berkelanjutan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Dalam orasi ilmiah pertamanya, Prof. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D., mengangkat tema Membangun Ketangguhan Bangsa melalui Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana dalam Perencanaan Wilayah dan Kota.
Ia menekankan pentingnya integrasi prinsip pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kebijakan tata ruang dan pembangunan untuk mencegah kerentanan baru di tengah meningkatnya intensitas bencana.
Prof. Harkunti juga membahas isu kritis seperti penguatan sistem peringatan dini yang inklusif bagi penyandang disabilitas, konvergensi PRB-API (adaptasi perubahan iklim) sebagai pendekatan holistik berbasis bukti (evidence-based), serta pengarusutamaan PRB dari pendekatan berbasis hazard menuju pendekatan berbasis proyek.
Orasi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Ibnu Syabri, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang mengangkat tema Jejak Transportasi di Tapak Kota dan Wilayah: Mengurangi Dependensi Spasial Guna Lahan untuk Perencanaan Transportasi Berkelanjutan.
Ia menyoroti pentingnya pembangunan sistem transportasi yang efisien dan hemat lahan.
Prof. Ibnu mendorong penggunaan alat analisis berbasis data science, seperti big data, machine learning, dan artificial intelligence (AI), untuk mendukung transportasi hijau di Indonesia.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan membangun sistem transportasi dan logistik yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti konsep dependensi spasial dalam sistem transportasi melalui pemodelan spatial flow dependence.
“Masalah logistik dan kemacetan bukan semata persoalan volume, tetapi berkaitan dengan struktur spasial aliran barang. Tanpa konsolidasi dan koordinasi spasial, sistem akan terus memproduksi inefisiensi dan tekanan lingkungan,” tegasnya.
Setelah penyampaian orasi, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati dan Wakil Menteri PUPR Ir. Diana Kusumastuti menyampaikan tanggapan positif. Prof. Dwikorita menyebut Prof. Harkunti sebagai sosok fundamental dalam mitigasi bencana di Indonesia. “Salah satu tokoh penting di balik kemajuan BMKG adalah Prof. Harkunti,” ujarnya.
guru besar
Itera
Institut Teknologi Sumatera
Profesor
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
