Itera Tambah 2 Guru Besar Bidang Perencanaan Pembangunan dan Infrastruktur Berkelanjutan

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

4 Mei 2025 11:52 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Orasi ilmiah pengukuhan kedua guru besar tersebut digelar di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera, Sabtu, 3 Mei 2025. Foto: ist
Rilis ID
Orasi ilmiah pengukuhan kedua guru besar tersebut digelar di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera, Sabtu, 3 Mei 2025. Foto: ist

Dalam orasi ilmiah pertamanya, Prof. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D., mengangkat tema Membangun Ketangguhan Bangsa melalui Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana dalam Perencanaan Wilayah dan Kota.

Ia menekankan pentingnya integrasi prinsip pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kebijakan tata ruang dan pembangunan untuk mencegah kerentanan baru di tengah meningkatnya intensitas bencana.

Prof. Harkunti juga membahas isu kritis seperti penguatan sistem peringatan dini yang inklusif bagi penyandang disabilitas, konvergensi PRB-API (adaptasi perubahan iklim) sebagai pendekatan holistik berbasis bukti (evidence-based), serta pengarusutamaan PRB dari pendekatan berbasis hazard menuju pendekatan berbasis proyek.

Orasi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Ibnu Syabri, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang mengangkat tema Jejak Transportasi di Tapak Kota dan Wilayah: Mengurangi Dependensi Spasial Guna Lahan untuk Perencanaan Transportasi Berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya pembangunan sistem transportasi yang efisien dan hemat lahan.

Prof. Ibnu mendorong penggunaan alat analisis berbasis data science, seperti big data, machine learning, dan artificial intelligence (AI), untuk mendukung transportasi hijau di Indonesia.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan membangun sistem transportasi dan logistik yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti konsep dependensi spasial dalam sistem transportasi melalui pemodelan spatial flow dependence.

“Masalah logistik dan kemacetan bukan semata persoalan volume, tetapi berkaitan dengan struktur spasial aliran barang. Tanpa konsolidasi dan koordinasi spasial, sistem akan terus memproduksi inefisiensi dan tekanan lingkungan,” tegasnya.

Setelah penyampaian orasi, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati dan Wakil Menteri PUPR Ir. Diana Kusumastuti menyampaikan tanggapan positif. Prof. Dwikorita menyebut Prof. Harkunti sebagai sosok fundamental dalam mitigasi bencana di Indonesia. “Salah satu tokoh penting di balik kemajuan BMKG adalah Prof. Harkunti,” ujarnya.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

guru besar

Itera

Institut Teknologi Sumatera

Profesor

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya