Pendaftaran SPAN-PTKIN 2025 Dibuka, UIN RIL Tawarkan 35 Prodi, 13 Terakreditasi Unggul
Fi fita
Bandar lampung
RILISID, Bandar lampung — Pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2025 resmi dibuka mulai 10 Februari hingga 6 Maret 2025.
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menyediakan 35 program studi (prodi) dalam jalur seleksi nasional ini, dengan 13 di antaranya telah terakreditasi Unggul.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN RIL, Prof Dr H Alamsyah MAg, yang juga sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), mengajak para calon mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini.
“UIN RIL telah terakreditasi Unggul dan menawarkan berbagai program studi berkualitas. Melalui jalur SPAN-PTKIN, siswa berprestasi memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa ujian tertulis,” ujarnya.
SPAN-PTKIN merupakan sistem seleksi nasional yang menggunakan nilai rapor dan prestasi akademik lainnya tanpa ujian tertulis.
Seleksi ini diselenggarakan serentak oleh panitia nasional yang ditetapkan oleh Menteri Agama RI. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman https://siswa.ptkin.ac.id.
“Pendaftaran SPAN-PTKIN tidak dipungut biaya karena dibiayai oleh pemerintah. Ini adalah bentuk komitmen dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang adil, transparan, dan tanpa diskriminasi,” tambah Prof Alamsyah.
Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, SPAN-PTKIN memberikan kesempatan bagi siswa dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk MA/MAK/SMA/SMK/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah/Mu’adalah Muallimin/Mua’dalah Salafiyah yang secara sah memperoleh izin penyelenggaraan pendidikan dari pemerintah.
Siswa yang memenuhi syarat dapat mendaftar setelah direkomendasikan oleh kepala sekolah masing-masing.
Jadwal SPAN-PTKIN 2025
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
