YLKI: Mudik dengan Angkutan Umum Lebih Aman dan Nyaman
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, mudik Lebaran tidak harus menggunakan kendaraan pribadi. Karena, menurutnya, menggunakan kendaraan umum justru bisa lebih aman, nyaman dan efisien.
"Hal pertama yang harus diperhatikan bila mudik menggunakan kendaraan umum adalah datang lebih awal di stasiun, terminal, pelabuhan atau bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," kata Tulus melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Tulus menuturkan, mudik menggunakan kendaraan umum memerlukan proses persiapan, misalnya pelaporan tiket. Datang ke stasiun, terminal, pelabuhan, atau bandara dengan waktu yang mepet saat terjadi lonjakan penumpang bisa menimbulkan permasalahan.
Supaya proses pelaporan tiket tidak terhambat, pemudik juga perlu menyiapkan tiket atau kode booking dan kartu identitas yang masih berlaku. Jangan sampai tiket atau kartu identitas tertinggal di rumah.
"Hindari membawa barang terlampau banyak dan siapkan uang tunai secukupnya. Perkirakan berapa biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan seperti untuk membeli makan, minum dan biaya-biaya kecil lainnya," ujarnya.
Pemudik tetap harus waspada saat mudik karena tingkat kejahatan di stasiun, terminal, pelabuhan, atau bandara cenderung meningkat.
Obat-obatan pribadi, terutama bila memiliki riwayat gangguan kesehatan yang bisa muncul tiba-tiba, juga perlu dibawa. Obat-obatan penting yang perlu dibawa adalah obat antimabuk, obat sakit kepala, obat pegal-pegal, dan vitamin.
"Untuk mengantisipasi permasalahan dalam perjalanan mudik, catat nomor penting akses poin pengaduan. Sampaikan pengaduan dengan bahasa yang baik, sopan, dan kronologi yang jelas," ungkap Tulus.
Bila harus menunggu jemputan atau kendaraan umum lanjutan di stasiun, terminal, pelabuhan atau bandara tujuan, pastikan di tempat yang ramai untuk menghindari peluang tindak kejahatan, apalagi bila tiba di tujuan pada malam hari.
Kementerian Perhubungan memperkirakan 22,83 juta pemudik akan mudik menggunakan kendaraan umum. Angka tersebut mengalami kenaikan 4,41 persen dibandingkan 2018.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
