Wujudkan Pertolongan Pertama Gawat Darurat yang Cepat, Aplikasi KREKI-119 Diluncurkan

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

31 Agustus 2019 19:00 WIB
Ragam | Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin
Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILISID, Jakarta — Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) yang merupakan program CSR dari PT IDS Medical Systems Indonesia, menginisiasi pembentukan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI).

Komunitas ini berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan seseorang memberikan sekaligus mendapatkan pertolongan dan penanganan gawat darurat secara cepat dan tepat. 

KREKI dibangun guna mendukung program Sistem Penanggulan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dalam rangka meningkatkan mutu dan kecepatan pertolongan pertama terhadap penanganan gawat darurat.

"Waktu menjadi unsur terpenting dalam kondisi gawat darurat. Bayangkan jika dalam kondisi tersebut orang itu tidak ditangani secara cepat dan tepat. Yang seharusnya bisa selamat, justru malah memperparah kondisi korban atau bahkan meninggal dunia. Inilah yang melatarbelakangi pembentukan komunitas ini," kata Ketua Umum IndoHCF, Supriyantoro, di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Sabtu (31/8/2019). 

Supriyantoro mengatakan, peristiwa gawat darurat seperti kecelakaan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, atau bencana alam bisa terjadi pada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

Menurutnya, keadaan tersebut membutuhkan penanganan yang tepat dan akurat agar tidak berakibat pada kecacatan permanen atau kematian. 

Komunitas yang didirikan 5 Desember 2018 ini terdiri dari berbagai unsur di masyarakat baik individu maupun komunitas.

Untuk menjadi relawan, orang tersebut minimal telah mendapatkan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) singkat tentang bagaimana teknik menolong orang dalam kondisi gawat darurat seperti henti jantung, tersedak benda asing, tersengat petir dan listrik, tenggelam, cara mengangkut korban, pembidaian, dan lain sebagainya.

Pelatihan tersebut bisa diselenggarakan oleh KREKI sendiri ataupun organisasi maupun institusi yang berkompeten. 

"Jadi, meskipun anggota komunitas adalah masyarakat awam tapi mereka telah memiliki kemampuan dan terlatih dalam memberikan pertolongan dalam kondisi gawat darurat," ujarnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya