UBL Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Lulusan mahasiswa susah bersaing di dunia kerja, hal tersebut diungkapkannya karena putusnya mata rantai antara kompetensi yang diajarkan dengan kebutuhan masyaralat dan kemajuan di dunia kerja,” ungkap Lidia.
Menurutnya setiap mahasiswa memiliki potensi, cita-cita, aspirasi, dan minat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu perlu sekali kemerdekaan untuk memilih jalan terbaik mengembangkan potensi diri, melalui pembelajaran yang fleksibel yaitu pendidikan yang memerdekakan dan memberdayakan.
Inilah kenapa perlu sekali dilakukan pengembangan kurikulum agar mata rantai, antara kompetensi yang diajarkan dengan kebutuhan masyarakat dan kemajuan di dunia kerja tetap kokoh.
Yanuar berkesempatan menyampaikan materi terkait Latar Belakang Kebijakan MBKM, Kewajiban dalam Implementasi MBKM, serta Strategi Implementasinya dengan menyampaikan contoh Visi Program MBKM UBL. Lalu kebijakan akademik MBKM yang diberlakukan di UBL, Pengembangan Kurikulum, Prinsip Pelaksanaan, Integrasi Kurikulum, Pelaksanaan Pembelajaran, dan Mekanisme Pelaksanaan.
Lalu Prosedur dan Kegiatan, Bimbingan Teknis, Dokumen Kesepakatan Perolehan Kredit Pembelajaran (KPKP), serta Pengakuan Kredit Pembelajaran.
“Terdapat empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam implementasi MBKM, yakni Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hak belajar 3 semester, pengalaman belajar di dunia nyata, dan kurikulum yang fleksibel,” tambah Yanuar.
Sedangkan untuk hari kedua akan diadakan workshop tanggal 20 April 2021 dengan 2 narasumber yang akan membahas dua materi MBKM dalam PDDikti serta Tahapan Penyusunan KPT berbasis OBE dan SCL.
Lalu hari ketiga akan dilaksanakan pada 5 Mei dengan materi Penilaian dan Evaluasi berbasis OBE dan ECL, dan Sharing Best Prascilitices Implementasi MBKM. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
