UBL Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

20 April 2021 20:20 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Perguruan Tinggi dalam menyusun atau mengembangkan kurikulum, wajib mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDIKTI).

Tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum di era Industri 4.0 adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi literasi data, literasi teknologi, literasi manusia sesuai perkembanhan sains (IPTEKS).

Selain itu tidak hanya berorientasi terhadap pragmatisme dan materialisme namun juga membentuk manusia yang memiliki iman dan taqwa (IMTAQ). Maka perguruan tinggi perlu melakukan pengembangan dan reorientasi kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Merespon hal tersebut, Universitas Bandar Lampung (UBL) berkolaborasi dengan 3 Perguruan Tinggi yakni, Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) di Pulau Jawa, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Pulau Kalimantan dan Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) di Pulau Bali.

Kolaborasi itu dengan menggelar workshop “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Berorientasi KKNI dan SNDIKTI di Era Industri 4.0 untuk Mendukung Implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM)”, yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19-20 April dan 5 Mei 2021 secara daring.

Workshop ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari ke-empat Perguruan Tinggi tersebut, melainkan hampir seluruh dosen, Ketua Program Studi, dan jajaran Pimpinan Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia.

Hari pertama, Senin (19/4/2021) menghadirkan dua narasumber handal yang juga telah mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Pengembangan kurikulum Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti.

Kedua narasumber tersebut yaitu, Lidia Sandra selaku Wakil Rektor UKRIDA Bidang Pengembangan Akademik, Inovasi, Kerjasama, dan SDM. Lalu Yanuar Dwi Prastyo, dosen sekaligus dekan FKIP serta Direktur Teaching Learning Center (TLC) Universitas Bandar Lampung.

Kedua narasumber tersebut memaparkan materi pengantar untuk hari pertama. Lidia Sandra berkesempatan memaparkan materi terkait Rasionalisasi MBKM dan Pembelajaran Berpusat Pada Mahasiswa.

Sedangkan Yanuar menyampaikan materi terkait Strategi Implementasi dan Penjaminan Mutu Kurikulum dalam mendukung Implemwnrasi Program MBKM.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya