Terungkap! Ini Penyebab Izin Operasional Universitas Megou Pak Tulang Bawang Dicabut Pemerintah
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Rektor Universitas Megou Pak Tulang Bawang, Fery Antoni buka-bukaan terkait penyebab dicabutnya izin operasional kampus yang ia pimpin oleh Kemendikbud Ristek.
Fery mengatakan, kesalahan yang terjadi di Universitas Megou Pak Tulang Bawang hingga mendapat sanksi keras yaitu pada pemberkasan administrasi dan pelaporan ke pusat yang belum optimal.
“Saya kan sebenarnya masih baru jadi rektor, baru 3 bulan. Tapi yang saya tahu itu kendalanya pada administrasi online,” kata Fery Antoni kepada Rilis.id, Jumat (1/3/2024).
Ia mencontohkan saat pihak kampus menginput data secara online, seperti data absen atau nilai mahasiswa tiba-tiba gangguan internet. Sehingga data itu tidak terupload.
“Sekarang ini kan semua sudah serba online. Tapi kadang ada kendala jaringan, ujung-ujungnya lupa mau upload ulang. Pas mau lapor nilai misalnya ada error lagi, jadi lupa kirim,” ujarnya.
“Jadi masalah ini lebih ke upaya laporan yang tepat dan professional, tapi ada kendala. Sehingga ada teguran,” tambahnya.
Terkait pencabutan izin Universitas Megou Pak Tulang Bawang, Fery mengaku itu adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dilakukan pemerintah pusat.
“Kalau pencabutan izin ini menurut kita Kemendikbud Ristek sudah menjalankan fungsi monitoring dan evaluasinya dengan baik. Tentunya kalau ada kesalahan wajar ditegur. Bisa teguran ringan sampai yang keras,” kata Fery.
Meski saat ini kegiatan pembelajaran di Kampus Megou Pak terhenti, Fery optimistis masalah ini bisa segera diselesaikan. Sebab pihak yayasan yang menaungi Universitas Megou Pak telah melakukan upaya konfirmasi dan klarifikasi ke Kemendikbud Ristek.
"Insyaallah bisa diperbaiki. Mohon dukungan dan doanya dari teman-teman wartawan yah," tutupnya. (*)
Universitas Megou Pak Tulangbawang
pencabutan izin
izin kampus
Fery Antoni
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
