Rajin Minum Kopi, Amankah untuk Kesehatan?
RICO ANGGARA
Jakarta
RILISID, Jakarta
— Kopi menjadi salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi. Bahkan minum kopi menjadi sebuah kebiasaan sebagian besar orang saat ini.
Bagi sebagian orang, meminum kopi memiliki kenikmatan sendiri. Tidak jarang banyak orang merasa menerima efek positif usai meminum kopi, hal itu karena adanya kandungan kafein didalam kopi.
Mengutip dari laman Kemenkes, adanya kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan, energi, konsentrasi, dan menurunkan rasa kantuk jika dikonsumsi dengan dosis yang rendah hingga sedang, atau 50 sampai 300 mg.
Dengan efek tersebut ternyata dapat memperbaiki mood dan tentunya meningkatkan produktivitas ditengah kesibukan sehari-hari. Namun, ada juga efek lain yang ditimbulkan apabila mengonsumsi kafein dengan dosis yang tinggi. Salah satunya menyebabkan ansietas, kegelisahan, maupun insomnia.
Bagaimana juga efek kopi bagi kesehatan, terutama jantung? Beberapa studi menyebutkan bahwa ada beberapa permasalahan kesehatan yang dapat muncul akibat kopi. Namun, studi-studi terbaru telah menunjukkan bukti kuat bahwa konsumsi kopi memiliki banyak dampak positif pada kesehatan.
Frank Hu, Kepala Departemen Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyebutkan pada sebagian besar orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang mulai dari 2-5 cangkir per hari dapat diintegrasikan ke dalam diet sehat.
Hal ini karena adamya hubungan dengan penurunan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2), hipertensi, obesitas, penyakit jantung, kanker liver, kanker endometrium, penyakit Parkinson, maupun depresi. Hu juga menyatakan mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang juga dapat menurunkan risiko terjadinya kematian dini.
Namun untuk kesehatan jantung sendiri dalam sebuah penelitian di Australia yang melibatkan 382.535 orang yang tidak memiliki penyakit jantung sebelumnya. Dari penelitian ini, didapatkan hasil mengonsumsi kopi dalam bentuk kopi bubuk, kopi instan, maupun kopi tanpa kafein (kopi decaf) sebanyak 2-3 cangkir per hari, dan dilakukan secara konsisten dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner, gagal jantung, maupun kematian.
Tidak hanya itu, meminum kopi instan dan bubuk juga dapat menurunkan risiko terjadinya aritmia atau detak jantung abnormal secara signifikan.
Dari data tersebut para peneliti juga menyimpulkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi tidak perlu untuk menghentikan konsumsi kopi jika seandainya mengalami penyakit jantung sewaktu-waktu. Namun, jika merasakan adanya perburukan gejala yang ditimbulkan pasca mengonsumsi kopi maka tidak disaranka seseorang dengan penyakit jantung yang sebelumnya tidak mengonsumsi kopi untuk memulai mengonsumsi kopi.
Kopi
minum kopi
kopi bahaya bagi kesehatan
manfaat kopi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
