Puluhan Kasus DBD di Pringsewu, Dinas Kesehatan Minta Masyarakat Waspada
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, meminta masyarakat mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim penghujan.
Ini dikarenakan sudah ditemukan 25 kasus penderita DBD di Kabupaten Pringsewu.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pringsewu dr Hadi mengharapkan, warga harus tetap menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut, agar terhindar dari penyakit DBD.
"Sudah kami tenemukan 25 kasus DBD di Kecamatan Gadingrejo dengan 12 kasus, Ambarawa 6 kasus, Pringsewu 3 kasus, Pagelaran 2 kasus, dan pekon Rejosari 2 kasus. Ini sesuai data yang kami terima di bulan Februari," ujar Hadi, Kamis (2/3/2023).
Untuk mengantisipasi terjadinya penambahan kasus baru DBD, Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat agar waspada. Salah satunya dengan melaksanakan PSN 3M PLUS, secara terus menerus di lingkungan rumah, tempat umum, sekolah maupun tempat ibadah.
"Pada prinsipnya, Dinas Kesehatan berupaya melakukan pencegahan maupun penanggulangan guna menekan angka kasus DBD," imbuhnya.
Hadi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat, setiap kasus positip DBD tidak harus dilanjut dengan fogging. Namun tergantung dari hasil pemeriksaan epidemiologi ( PE) dari petugas Puskesmas setempat. Karena fogging yang berlebihan akan menyebabkan resistensi nyamuk.
Ia juga menegaskan, diagnosa DBD tidak bisa dilakukan secara sepihak. Melainkan harus dilakukan oleh Dokter berdasarkan hasil tes laboratorium.
"Masyarakat dapat meminta larvasida/abate secara gratis di puskesmas terdekat. DBD itu mudah dalam pencegahannya, karena penyebabnya dari nyamuk. Namun sangat berbahaya dan sampai saat ini tidak ada obat yang spesifik untuk DBD," pungkasnya. (*)
Pringsewu
Dinkes Pringsewu
warning masyarakat
penyakit Demam Berdarah
saat musim hujan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
