Praktisi Kepribadian UTI sekaligus Ketua IPPRISIA Lampung Ajak Teladani Sosok Kartini

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

20 April 2021 21:22 WIB
Pendidikan | Rilis ID
FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
FOTO: ISTIMEWA

1. Hidup di bawah kendali keluarga dan tradisi dimana tidak bisa menuntut ilmu dipingit mengurus rumah bahkan menikah muda sementara sekarang sudah keluar dari image tsb dan memilikiruang gerak yang sangat luas dan tidak lagi mengalami diskriminasi sekarang kaum wanita sudah mendapat porsi besar untuk ikut serta dalam menentukan arah kemajuan dan pembangunan bangsa selain bisa menempati posisi tertentu yang setara dengan laki-laki.

2. Kartini dulu memperjuangkan hak Kartini sekarang mempertahankan hak agar dihormati sbg wanita dan hak2 karena di zaman teknologi canggih bagaimana wanita harus tetap menjaga dan memiliki akhlak mulia agar tidak tergerus oleh keadaan (medsos).

3. Bisa memosisikan diri sebagai perempuan bagi diri sendiri dan perempuan sebagai ibu misal dalam berpakaian dan menjaga tutur kata sebagai ibu melakukan pendampingan bagi anak-anak.

4. Memiliki semanagt dan daya juan yang tinggi, bermanfaat untuk orang lain, saling membantu memperhatikan kemajuan dan kesulitan yang dihadapi oleh sesama perempuan dan paling penting menjaga adat budaya, budi pekerti dan tutur bahasa.

5. Wanita menyadari kapasitas sendiri sebagai wanita yang bekerja, mengenyam pendidikan, ibu RT serta kapasitas sebagi wanita di dalam masyarakat.

6. Perempuan harus tetap memiliki dan menjunjung tinggi cerdas intelektual, emosional, spiritual, sosial dan mandiri dengan semakin berkembang zaman tidak boleh meninggalkan ajar budaya yang menjadi nilai kearifan lokal dalam bersikap dan bertutur kata.

Kartini sendiri bilang wanita adalah orang yang berusaha memajukan kecerdasan budi untuk dapat mempertinggi derajat budi manusia. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu namun satu-satu yang benar bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

"Kartini milenial saat ini adalah para wanita yang bisa bermanfaat untuk orang lain dan bisa memberikan aura positif bagi orang lain saling mendukung bagi sesama perempuan," ujarnya.

Mengetahui kapasitasnya sebagai perempuan, aktif dalam mengaktualisasikan diri namun tetap menjaga nilai nilai luhur yang diajarkan oleh budaya dan menjunjung tinggi akhlak mulia.

"Gapailah cita setinggi langit, jagalah kehormatanmu sebagai wanita dengan menjunjung tinggi nilai budi luhur dan akhlak mulia sehingga bgmnpun suatu keadaan berubah karakter muliamu tidakk akan pernah berubah. Jangan pernah takut menghadapi kesulitan dengan benar dan penuh tanggung jawab," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya