Mengenal Yasir Hadibroto, Gubernur Lampung yang Berhasil Menangkap Pimpinan PKI, D.N Aidit
Tampan Fernando
Bandarlampung
Sebanyak 7 perwira tinggi TNI AD diculik dan dibunuh oleh PKI. Saat itu, Yasir Hadibroto masih berpangkat kolonel.
Setelah kejadian itu, pimpinan TNI AD langsung memburu para petinggi PKI, termasuk D.N Aidit.
Kolonel Yasir Hadibroto menjadi salah satu perwira TNI AD yang diperintah menumpas PKI. Ia diperintahkan bertugas di Jawa Tengah.
Saat itu, D.N Aidit melarikan diri dari Jakarta menuju Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pelarian D.N Aidit terhenti saat itua ditangkap di Desa Sambeng, Solo, Jawa Tengah pada 22 November 1965 malam oleh Kolonel Yasir Hadibroto bersama pasukannya.
Disebutkan Aidit sempat bersembunyi di dalam lemari, namun ketahuan oleh personel TNI.
Saat ditangkap, Aidit beberapa kali memohon agar diberi kesempatan bertemu dengan Presiden Soekarno. Tetapi tidak diizinkan oleh Kolonel Yasir Hadibroto.
Keesokan harinya, Kolonel Yasir membawa Aditi meninggalkan Solo menuju ke arah barat menggunakan 3 mobil jip. Aidit dibawa dengan tangan diborgol.
Saat tiba di Boyolali, mobil jip yang ditumpangi Yasir dan Aidit tiba-tiba berbelok masuk ke Markas Batalion 444.
Yasir lalu bertanya dengan rekannya, Mayor Trisno yang merupakan Komandan Batalyon, mengenai keberadaan sumur tua di sana.
Yasir Hadibroto
Gubernur Lampung
D.N Aidit
PKI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
