Keren! Mahasiswa Universitas Teknokrat Ciptakan Alat Fermentasi Tempe
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) bernama Zainal Arifin menciptakan alat fermentasi tempe baru-baru ini.
Dalam penelitiannya, Zainal dibimbing oleh dua dosen pembimbing, yaitu Jaka Persada Sembiring, S.Kom., M.Cs. dan Elka Pranita, S.Pd., M.T.
Menurut Zainal, alat ini diperuntukan untuk dapat mempercepat proses fermentasi tempe dibanding proses fermentasi secara konvensional yang biasanya memakan waktu 2-3 hari bahkan lebih jika suhu cuaca tidak stabil.
"Alat fermentasi ini menerapkan teknologi dengan memanfaatkan lampu sebagai penghangat dan kipas sebagai pendingin yang dapat dimonitoring secara otomatis yang terhubung menggunakan embedded system mikrokontroler serta dapat menentukan tingkat kematangan tempe berdasarkan penurunan berat tempe dan gambar visual tempe," kata dia dalam keterangan resminya, Senin (27/2/2023).
Zainal menambahkan, penelitiannya sudah diuji sebanyak tujuh kali, dengan waktu tercepat fermentasi yaitu 17 jam dan waktu terlama yaitu 26 jam.
"Dengan penurunan berat tempe sebesar 5 gram ketika tempe sudah jadi dengan kriteria tempe sudah tumbuh jamur secara merata dan tidak bau atau tidak busuk," ujarnya.
Sementara itu, dosen pembimbing Jaka Persada Sembiring menuturkan bahwa hasil penelitian ini akan dikembangkan dan disempurnakan lagi.
"Hingga kemudian akan diterapkan di pabrik pembuatan tempe untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalankan usaha UMKM di Bandarlampung," tuturnya. (*)
Mahasiswa Universitas Teknokrat
Alat Fermentasi Tempe
UTI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
