Kenapa Banyak Masyarakat di Indonesia Lebih Nyaman Jadi Karyawan?
Zulhamdi Yahmin
Medan
RILISID, Medan — Kebanyakan masyarakat di Indonesia selama ini lebih nyaman menjadi seorang pekerja dan karyawan. Hal itu disampaikan Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti, Ismet Yus Putra.
Lalu, apa alasannya?
Menurut Ismet, tuntunan keluarga yang memerlukan penghidupan lebih jelas adalah salah satu yang membuat sedikit masyarakat mau berwirausaha.
"Haya sedikit masyarakat yang mau berwirausaha dikarenakan tuntutan keluarga yang memerlukan penghidupan yang lebih jelas, tidak berani mengambil resiko dan takut akan kegagalan," kata Ismet, di depan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Medan yang mengikuti sosialisasi proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa (PMW) di bidang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Tahun 2019, di Gedung Digital Library Unimed, Jumat (26/4/2019).
Dari 267 juta masyarakat Indonesia, menurut Ismet, hanya 3,24 persen yang memilih untuk berwirausaha.
"Sebanyak 6,6 juta pengangguran Indonesia membutuhkan lapangan kerja," ujar Ismet.
Dia menyebutkan, wirausaha adalah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia ini bertujuan menumbuhkan karakter wirausaha untuk mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan, dan pendampingan secara terpadu, serta menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif yang inovatif.
"Produk kreatif yang inovatif harus memiliki tiga syarat yaitu lebih murah, lebih mudah dan lebih bermanfaat sehingga nantinya, usaha yang dikembangkan memiliki nilai lebih, serta berdaya saing," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
