Kemenkominfo Tunjuk UTI Sebagai Kampus Pertama Pelopor Pendidikan Metaverse
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Sementara, Wakil Rektor UTI Mahathir Muhammad mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memberikan pelatihan metaverse ke 65 sekolah. Pelatihan ini disambut antusias oleh seluruh siswa, karena bukan hanya pemaparan materi, namun siswa mencoba langsung perangkat dan software metaverse yang dibuat oleh mahasiswa UTI.
"Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana kita bisa merasakan sesuatu saat kita berada di dunia maya? Tentunya Anda memerlukan perangkat yang dapat mengirimkan sinyal tersebut. Katakanlah avatar Anda di dunia metaverse menyentuh mobil. Sementara itu, Anda memakai sarung tangan haptic di dunia nyata. Sarung tangan ini mengirim sinyal ke otak agar Anda bisa merasakan sentuhan. Selain membutuhkan alat yang sesuai untuk mendukung operasi virtual, komponen perangkat lunak juga diperlukan. Perangkat lunak ini berguna untuk membuat skrip dan memahami gerakan, suara, dan bahasa Anda. Dengan cara ini Anda dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang yang berbeda yang juga terlibat dalam dunia maya ini. Meskipun bersifat virtual, metaverse didesain menyerupai dunia nyata pada umumnya, seperti suasana seperti ruang kelas, apartemen, dan lain-lain," ungkapnya.
Pelatihan yang dihadiri oleh 350 mahasiswa UTI ini telah memberikan informasi dasar tentang prinsip dasar dan pilar teknis metaverse. Peserta juga akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan, mengelola, dan mendesain metaverse sesuai kebutuhan.
Selain itu, peserta akan mempelajari cara menggunakan unity 3D dan cara merancang dan membuat Augmented Reality (AR). Juga dibekali pengetahuan dasar tentang metaverse, alat desain dasar (unity), dan keterampilan pemrograman. Pelatihan ini mempersiapkan peserta untuk memperluas dan menerapkan pengetahuan mereka tentang metaverse sehingga peserta memiliki wawasan tentang proyek metaverse, virtual room, video game, dan teknologi 3D. (*)
Kemenkominfo
UTI
Kampus Pertama Pelopor Pendidikan Metaverse
Universitas Teknokrat Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
