Kata Dokter, Ini Penyebab Anak Alami Obesitas
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sejumlah faktor bisa membuat anak mengalami obesitas atau kegemukan, salah satunya pola asuh yang dilakukan oleh orang tuanya. Menurut dr Michael Triangto Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran di Jakarta, pola asuh yang tidak tepat bisa menimbulkan obesitas pada anak.
"Salah satu faktor terjadinya obesitas pada anak mereka adalah karena seringkali para orangtua membebaskan anaknya untuk mengonsumsi makanan dengan memberikan uang jajan tanpa mempertimbangkan faktor gizi yang perlu dan tidak perlu dikonsumsi oleh sang anak," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Michael menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk tidak selalu menuruti permintaan atau rengekan anak.
Spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit MMC Jakarta, dr Zaini K Saragih, dalam kesempatan yang berbeda juga mengemukakan bahwa orang tua sering kali tidak memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak.
"Diberikan makan oleh orang tuanya, tapi makanannya kebanyakan karbohidrat terus," ujar dia.
Dokter Michael mengatakan, aktivitas anak yang minim juga merupakan faktor risiko terjadinya obesitas pada anak. Oleh karena itu, dirinya menganjurkan orang tua sering mengajak anak melakukan aktivitas fisik.
"Meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan dan bukan latihan beban yang nantinya meningkatkan risiko cedera, menjaga motivasi anak untuk mau tetap melakukan aktivitas fisik karena latihan yang dilakukan dirasakan sebagai bagian dari permainan dan bukan keharusan melakukan olahraga," tuturnya.
Michael menjelaskan, penanganan obesitas pada orang dewasa dan anak berbeda. Pada orang dewasa, penanganan obesitas bisa dilakukan dengan mengurangi asupan kalori melalui program diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik.
Penanganan serupa tidak bisa diterapkan pada anak, karena anak harus mendapatkan asupan gizi cukup untuk pertumbuhan.
Obesitas pada anak akan meningkatkan risiko penyakit seperti resistensi insulin dan DM tipe II, hipertensi, hiperlipidemia, gangguan jantung, gangguan pada hati dan ginjal, dan gangguan sendi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
