Inovasi GeoGraf Unila: Transformasi Sumur Tua Migas Menjadi Energi Baru dengan Material Grafena

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

11 Juni 2024 11:16 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto istimewa
Rilis ID
Foto istimewa

Dengan pendekatan ini, tim berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berkelanjutan secara ekonomi tapi juga berkontribusi pada kemajuan teknologi geothermal non-konvensional secara keseluruhan.

Memfasilitasi ekstraksi panas dari sumur-sumur tua bekas galian migas yang tidak memiliki karakteristik fluida. Dengan mengintegrasikan teknologi grafena, potensi geothermal non-konvensional dapat ditingkatkan, sehingga menciptakan solusi lebih efisien dan berkelanjutan untuk pemanfaatan sumber energi ini.

Manfaat inovasi ini dari segi teori dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya terkait pengembangan sumber daya energi terbarukan, yakni panas bumi non-konvensional dan pemanfaatan graphene dalam teknologi.

Dari segi praktis juga dapat menjadi solusi ramah lingkungan dalam upaya memitigasi perubahan iklim dan menurunkan emisi karbon, pengembangan energi terbarukan, termasuk energi panas bumi.

Proses seleksi PKM dimulai dari tingkat fakultas, kemudian proposal dievaluasi berdasarkan beberapa kriteria seperti kelayakan, inovasi, metodologi, dan potensi keberhasilan. Setelah proposal dinilai dan lolos seleksi di tingkat fakultas, proposal diteruskan ke tingkat universitas untuk proses seleksi lebih lanjut.

Di tingkat universitas, proposal kembali dievaluasi tim yang lebih berpengalaman. Proposal yang berhasil melewati seleksi universitas kemudian diserahkan ke Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kemendikbud RI, untuk seleksi nasional.

Pada tahap ini proposal dinilai oleh pusat. Proposal yang lolos seleksi nasional akan mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan proyek.

Rizky J. Sianturi, selaku ketua tim merasa sangat bersemangat dan berharap pada inovasi ini, karena tidak hanya mengeksplorasi inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

“Inovasi ini juga bertujuan menghadirkan solusi berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan. Meskipun tantangan dalam kompetisi ini tidak mudah, tapi kami yakin dedikasi dan kolaborasi tim akan membawa inovasi ini menuju kesuksesan, baik dalam pencapaian PKM-VGK maupun pencapaian jangka panjang inovasi kami,” pungkas Rizky ketika diwawancara via WhatsApp, Minggu, 9 Juni 2024.

Mereka berharap, segala bentuk penelitian ini dapat memenuhi inovasi jangka panjang dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan dari bekas galian lapangan minyak dan gas untuk energi non-konvensional serta dapat menuju Pimnas 2024 dengan penuh rasa bangga. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Unila

mahasiswa unila

universitas lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya