Gelar PkM, Prodi S2 Ketahanan Pangan Polinela Latih Masyarakat Membuat Kompos dan Pertanian Terpadu
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Program Studi S2 Ketahanan Pangan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kali ini PkM digelar di Desa Margorejo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran dan diikui Kelompok Tani Milenial “Tunas Tani”, Sabtu (8/7/2023).
Kegiatan ini diadakan dosen dan mahasiswa Polinela untuk mendukung kemajuan pertanian sekaligus penyebarluasan informasi dan teknologi guna pemberdayaan kelompok masyarakat.
PkM bertema “Pemberdayaan Petani dalam Penerapan Sistem Pertanian Terpadu” ini digelar dalam beberapa tahapan.
Pertama penyuluhan tentang manfaat pertanian berkelanjutan serta peran peternakan dalam sistem pertanian berkelanjutan yang disampaikan oleh Dr. drh. Dwi Desmiyeni Putri, M.Si.
Penyampaian materi penyuluhan diadakan dengan metode ceramah dan diskusi dengan komunikasi dua arah. Kegiatan ini berlangsung cukup menarik ditandai dengan tingginya antusias petani dalam diskusi dan tanya jawab.
Selanjutnya diadakan demonstrasi cara pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan (sapi dan kambing) dalam petakan percobaan di lahan kelompok tani.
Demonstrasi pembuatan pupuk kompos ini dilakukan oleh mahasiswa bersama dengan petani dengan arahan dari dosen pelaksana kegiatan PkM.
Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan kompos yaitu kotoran sapi/kambing, jerami padi, EM4, serta peralatan berupa sekop, gerobag sorong, cangkul, arit, sepatu boat dan sarung tangan.
Seluruh bahan tersedia cukup di lokasi PkM, karena kelompok Tunas Tani telah menerapkan praktik pertanian terpadu. Yatu mengusahakan komoditas tanaman dan ternak secara bersamaan dalam satu lahan seluas satu hektare.
Program Studi S2 Ketahanan Pangan
Politeknik Negeri Lampung
pertanian terpadu
Pengabdian kepada Masyarakat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
