Dokter Spesialis Anak Ungkap Penyebab ASI Sulit Keluar

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

2 Agustus 2019 18:30 WIB
Ragam | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, menjelaskan, sulitnya ASI yang keluar yang dialami oleh beberapa ibu baru melahirkan dikarenakan adanya tekanan atau stres. Selain itu, juga tidak adanya dukungan dari orang terdekat.

Dokter anak dr Wiyarni Pambudi Sp.A IBCLC dari Satgas ASI IDAI mengatakan, kasus ibu yang sulit menghasilkan ASI usai kelahiran dikarenakan tidak tahan dengan kondisi dan tekanan dari lingkungan.

Wiyarni menerangkan peran orang terdekat seperti suami dan orang tua yang harus bisa mendukung ibu agar bisa menyusui dan menghasilkan ASI yang banyak.

"Perlu dukungan ayah. Dukungan ayah didapatnya dari ayah yang mau mendengarkan keluh kesah istri," katanya di Jakarta, Jumat (2/8/2019). 

Dia menyarankan, seorang ayah harus sabar dalam mendampingi proses menyusui ibu dan mendukungnya dengan memberikan pijatan atau mencari informasi tentang proses menyusui.

"Ibu yang habis melahirkan kelelahan dan repot dengan bayinya, tugas ayah mencarikan ilmu tentang menyusui," ujarnya. 

Selain dukungan ayah, ibu menyusui juga harus mendapat dukungan dari orang tua, khususnya ibu mertua yang menurut Wiyarni bisa memberikan efek psikologis berbeda terhadap ibu menyusui.

Wiyarni menyebutkan agar ibu bisa menghasilkan ASI yang lancar harus menjaga suasana hati ibu agar tetap nyaman, tenang, dan senang. Menurut dia, makanan tertentu yang dapat memperlancar ASI seperti daun katuk tidak akan berefek apa-apa jika ibu tetap tertekan dan tak mendapat dukungan.

Selain itu, orang tua juga harus mempersiapkan persalinan dan kehadiran buah hati dengan berbagai informasi dan pengetahuan untuk bekal saat mempraktikannya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya