Connie Rahakundini Luncurkan Buku Mahabbah Aku adalah Peluru

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

22 Februari 2019 23:19 WIB
Ragam | Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin
Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILISID, Jakarta — Akademisi nasional, yang juga pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, meluncurkan buku biografi yang dikemas dalam nuansa sastra berjudul Aku adalah Peluru (Mahabbah Connie Rahakundini Bakrie dalam Jejak Peradaban Maritim) di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Bara Pattyradja, selaku penulis dari buku ini, menjelaskan, Aku adalah Peluru merupakan sebuah ikhtiar literasi untuk menengok kembali perjalanan seorang perempuan tokoh intelektual Indonesia. Bukan semata latar kehidupan personalnya, tapi juga pemikirannya yang bernas. 

"Bukan semata latar kehidupan personalnya, tapi juga pemikirannya yang cerdas tentang sejarah militer Indonesia, khususnya maritim," kata Bara.

Bara mengungkapkan, mahabbah bisa dipahami sebagai bentuk kecintaan yang paling dalam. Oleh karena itu, buku ini bisa diresapi sebagai bentuk kecintaan terhadap peradaban maritim Indonesia.

"Yang secara khusus merupakan buah pemikiran dari akademikus nasional, Connie Rahakundini Bakrie," ujarnya. 

Dia mengungkapkan, sosok Connie yang lekat dengan dunia militer atau pertahanan keamanan memang tidak bisa dilepaskan dari buku ini. Sehingga, pemikirannya mengenai sektor militer dan pertahanan keamanan sangat kentara mewarnai Aku adalah Peluru.

"Terselip juga di sana-sini kisah personalnya dalam menggeluti sektor geopolitik, militer dan pertahanan keamanan yang kerap dianggap maskulin itu," ungkap Bara. 

Dalam buku Aku adalah Peluru ini, lanjut Bara, bisa ditemukan sosok Ratu Kalinyamat yang dominasinya melampaui status dan penempatan perempuan di Indonesia pada masa lampau. Menurutnya, sosok Ratu Kalinyamat adalah figur historis Nusantara yang memengaruhi tekad dan imaji dari Connie.

"Buku ini memang ditulis dengan tangan saya, tetapi ia sesungguhnya lahir dari rahim dan pemikiran sang empunya kisah, Connie Rahakundini Bakrie," tegas Bara.

Sementara itu, Connie mengatakan, pelibatan Bara Pattyradja, seorang sastrawan muda, dalam menulis buku ini agar pemikiran mengenai kebangsaan, sejarah, militer, pertahanan dan keamanan, bisa tersampaikan dengan lebih ringan dan mudah dipahami utamanya bagi generasi millenial.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya