Ada Vaksinasi Rabies Gratis di Balai Pelayanan Kesehatan Hewan Lampung, Kuotanya 60 Ekor Per Hari!
Tampan Fernando
Bandarlampung
“Jadi di Indonesia memang menurut WHO kasus penyakit terbesar setelah malaria itu rabies. Kalau virusnya sudah menyerang sampai otak memang belum ada obat. Jadi kita harus melakukan langkah pencegahan salah satunya vaksin,” jelasnya.
Christine memaparkan, rabies merupakan penyakit menular yang bersifat zoonotik disebabkan oleh virus dan menyerang sistem saraf pusat mamalia termasuk manusia.
Penyakit zoonotik ini ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies (GHPR) dan menempati urutan kedua setelah malaria (Widiasih dan Budiharta 2010).
"Sumber utama penularan rabies adalah anjing. Penyakit rabies di Indonesia sebanyak 98 persen disebabkan oleh gigitan anjing sedangkan sisanya oleh hewan lain seperti monyet dan kucing," beber Christin.
Infeksi rabies melalui saliva dari gigitan hewan yang terinfeksi adalah bentuk transmisi utama.
Cara infeksi lainnya melalui inhalasi virus, transplantasi organ, kontak dengan bangkai yang terinfeksi, kontaminasi saliva dan jaringan neural pada luka terbuka, cakaran, dan abrasi membran mukosa.
Infeksi melalui inhalasi virus sangat jarang ditemukan. Hewan yang umum terinfeksi dan menjadi sumber penularan rabies antara lain anjing, kucing, kelelawar, kera, tikus, dan rubah.
Famili Canidae khususnya anjing merupakan hewan penular rabies (HPR) utama di Indonesia disusul kucing dan kera dengan presentasi rendah.
Virus rabies yang masuk ke tubuh akan menetap selama 2 minggu pada tempat masuknya virus dan jaringan otot di dekatnya yang pada akhirnya bereplikasi di otot.
Pencegahan pada hewan :
vaksinasi rabies
UPTD Balai Pelayanan Kesehatan Hewan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
