PAN Lampura Panaskan Mesin Politik, Ribuan Kader dan Relawan Padati Pusiban Agung
Furkon Ari
Lampung Utara
RILISID, Lampung Utara — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mulai memanaskan mesin politiknya.
Ribuan kader dan relawan memadati Gedung Pusiban Agung, Kotabumi, Minggu (21/6/2026), dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Musyawarah Ranting, serta pelantikan relawan PAN.
Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi terbesar PAN Lampura sepanjang tahun ini.
Tak sekadar menyusun program kerja, forum itu juga menjadi momentum menyatukan arah perjuangan partai, memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa, sekaligus memperluas jaringan relawan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ketua DPD PAN Lampura Hamidi menegaskan, Rakerda merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh kader dalam menerjemahkan program partai ke tingkat daerah.
"Intinya hari ini kita memanaskan mesin partai. Ribuan kader hadir dalam kegiatan Rakerda, Musyawarah Ranting, dan pengukuhan relawan. Ini bagian dari konsolidasi untuk menyatukan persepsi dalam menerjemahkan program partai kepada pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat," kata Hamidi.
Menurutnya, konsolidasi diperlukan agar seluruh struktur partai dapat bergerak dalam satu irama serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan slogan PAN, Bekerja dan Bantu Rakyat.
Hamidi juga menilai penguatan relawan menjadi bagian penting dalam strategi partai. Sebab, relawan merupakan ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara aspirasi warga dengan kebijakan yang diperjuangkan partai.
"Kami ingin PAN semakin dekat dengan masyarakat. Relawan menjadi garda terdepan dalam mendengar, menyerap, dan memperjuangkan kebutuhan rakyat," ujarnya.
Rakerda tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh PAN dan pejabat daerah.
PAN
Ribuan
Relawan
Bupati
Rakerda
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
