Zulhas Kritik Pidato Jokowi, Hanura: Dia Tak Bisa Bedakan Fakta dan Khayalan
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Pertama, masalah kesenjangan ekonomi. Zulkifli mengakui, penurunan gini ratio dari 0,41 menjadi 0,39 patut disyukuri.
Namun, kata dia, penurunan itu akibat turunnya pendapatan masyarakat kelas atas ketimbang naiknya pendapatan masyarakat kelas bawah.
"Yang sangat perlu diperhatikan adalah golongan miskin dan hampir miskin masih sangat besar jumlahnya. Golongan ini sangat rentan terhadap perubahan harga kebutuhan rumah tangga," ujarnya.
Kedua, yakni masalah stabilitas dan defisit transaksi berjalan. Menurut dia, pemberdayaan ekonomi kecil dan mikro masih perlu terus dikembangkan melalui fasilitas kredit.
"Termasuk bantuan pemasaran dan teknologi," katanya.
Ketiga, adalah masalah pengelolaan utang. Zulkifli mengingatkan, negara harus menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah krisis sejak dini. Apalagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah.
"Ini penting dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi. Perlu pengetatan prediksi perekonomian secara cermat, terukur dan akuntabel di antaranya mengenai nilai tukar rupiah, penguatan sektor industri, pembatasan impor, dan peningkatan ekspor kita," tegasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
