Tak Lagi Diusung PDIP? Eva Dwiana Dinilai Tetap Menang Meski Lewat Jalur Independen
Sulaiman
Bandarlampung
Bahkan pada Pilwakot 2020, suara Eva Dwiana menyetuh 57,3 persen atau 249.134 dari total suara yang dibagi ke tiga pasang calon saat itu.
"Kalau PDIP tidak mengusung, partai lain pasti mau mengusung, karena peluang dia sangat besar. Justru PDIP yang rugi tidak mengusung Eva," ujarnya.
Budi mengatakan, maju sebagai independen adalah alternatif terakhir. Peristiwa serupa pernah terjadi pada Ahok di Pilgub Jakarta, yang semula akan maju independen, namun akhirnya Parpol berebut mengusung.
"Tapi menurut saya, NasDem bisa menyalamatkan dia (Eva) meski suaminya Herman HN sebagai ketua. Di dalam politik etika itu nomor sekian, politisi itu tidak memikirkan etika, yang terpenting adalah perahu dan menang," ujarnya.
Hanya saja sebagai partai besar, PDIP harus melawan bila memang tidak mau mengusung Eva Dwiana. Karena PDIP harus konsisten dengan aturan partai. Seperti kasus di Sulawesi, dimana ketua PDIP dicopot karena istri mencalonkan diri di partai lain.
"Masa, Parpol besar seperti PDIP takut, melakukan hal yang sama terhadap Eva Dwiana," ujarnya.
PDIP harus melawan dengan mencari calon lain untuk melawan Eva. Tapi jangan calon yang 'ecek-ecek'. Calon PDIP harus memiliki efek kejut yang besar, dan popularitas yang tinggi.
"Misalnya seperti Aldi Taher, atau artis Lampung yang terkenal Andika Kangen Band, misalnya. Dari pada mencalonkan calon yang tidak populer, lebih baik memilih calon yang populer, kan bisa dijadikan kader," tandasnya. (*)
PDIP Tak Usung Eva
Menang jalur Independen
Wali Kota Bandarlampung
Pilwakot 2024
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
