Survei Pilgub Jabar, Pasangan Asyik Salip Elektabilitas Rindu

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

23 Maret 2018 22:07 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mencatat, tingkat elektabilitas pasangan calon Gubernur Jawa Barat 2018 Sudrajat-Ahmad Syaikhu terus merangkak naik, bahkan menyalip pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

“Ketika secara spontan respoden ditanyakan siapa yang akan dipilih jika Pilgub Jawa Barat digelar hari ini maka pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh 18,2 persen, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 17,4 persen,” ujar Direktur Ekesekutif LKPI Arifin Nurcahyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Disusul Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 22,3 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliya 6,2 persen. Sedangkan undecided voter 35,9 persen.

Begitupula, lanjut Arifin, dalam pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner terkait pasangan calon Gubernur yang akan dipilih nanti pada Juni 2018, pasangan urut nomor 3 ini kembali mengalahkan pasangan Emil-Uu. Sebanyak 21,2 persen memilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan sebanyak 16,2 persen memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Pasangan lainnya Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) sebesar 21,7 persen, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan 8,9 persen. Sementara yang belum memilih 32,1 persen.

“Dalam tingkat kepemimpinan dan akseptabilitas, dan tingkat kapabilitas, pasangan Asyik ini mengalahkan pasangan Rindu,” tambahnya.

Survei LKPI dilakukan mulai tanggal 26 Februari hingga 11 Maret 2018 menggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar -/+ 2,1 persen dan Tingkat Kepercayaan Survei 95 persen. Survei melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat secara proposional sesuai prosentase DPT di Jawa Barat.

“Di Jabar, popularitas tidak berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. dalam pandangan responden popularitas tidak menjamin akan kinerja yang baik sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkap Arifin.

Arifin menambahkan, fakta ini mengingatkan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf pada Pilkada 2008. Popularitas HaDe pun tidak sepopuler Agum Gumelar-Numan Abdul dan pasangan Dani Setiawan-Iwan Sulanjana. Padahal, Aher selama menjadi anggota DPRD DKI Jakarta tidak banyak bersentuhan dengan masyarakat Jawa Barat, walaupun dia asli putra Sukabumi.

"Tingginya Elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaiku mendekati Pasangan Dedy-Dedi, walau Sudrajat terbilang Anyar di perpolitikan Jawa Barat, namun faktor leadership dan kapabilitas dari Sudrajat menjadi ukuran bagi masyarakat Jabar untuk memilih pemimpinnya untuk lima tahun mendatang," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya