Soal Penolakan Neno Warisman, PKS Ajak Dewasa Berpolitik

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

27 Agustus 2018 16:43 WIB
Politika | Rilis ID
FOTO: istimewa
Rilis ID
FOTO: istimewa

"Tapi gak mungkinlah dia orang pintar, bukan orang yang ngawur  dengerin dulu apa isinya, dan dia juga bukan sekali dua kali, semua disampaikan bukan dengan ujaran kebencian," kata Mufti. 

Bahwa 2019 ganti presiden sudah terverifikasi, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga sejak jauh hari sudah menyampaikan bahwa itu secara konstitusi melalui pemilu. 

"Maksudnya di pemilu 2019 ganti Presiden,  jangan disalahartikan, biar paham semuanya. Itu bukanlah makar," kata alumni Pondok pesantren Krapyak Jogjakarta ini. 

Kalau ada orang yang melarang kedatangan Neno Warisman  dia meminta agar lebih dewasa dalam berdemokrasi. 

"Toh buktinya baru baru ini juga deklarasi Pro Jokowi,  pendukung Prabowo di Lampung juga gak masalahkan, juga suara nanti dipilih di kotak suara di bilik, bukan di Tugu Adipura. Jadi, marilah kita dewasa dalam berdemokrasi kebangsaan," katanya. 

Disinggung pergerakan partai koalisi Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mufti mengaku saat ini untuk partai pendukung masih komunikasi informal saja. 

"Kita menunggu susunan tim koalisi di pusat, setelah itu baru di Lampung," kata dia. 

Sementara itu, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Indonesia (KAPI) Lampung Selatan, menggelar aksi tolak kedatangan Neno Warisman ke Provinsi Lampung.

Kedatangan Neno Warisman akan mendeklarasi #2019gantipresiden, Jumat (7/9/2018) mendatang.

Mereka membawa spanduk penolakan, aksi yang digelar di jalan protokol Kalianda hingga depan Mapolres Lampung berjalan tertib dan lancar. 

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya