Pengamat: Jokowi Sering ke Lampung Takut Suara Tergerus
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Calon presiden petahana nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali ke Provinsi Lampung.
Rencananya pun di Desember ini dirinya mampir lagi untuk meresmikan jalan tol trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar.
Secara politik, Jokowi memberikan perhatian lebih kepada Lampung karena suara pemilih di bumi ruwa jurai saat ini terbanyak kedua setelah Sumatera Utara dengan DPT (daftar pemilih tetap) saat pleno DPTHP tahap 2 November lalu mencapai 6.101.544 jiwa.
Menurut pengamat politik dari Universitas Lampung, Budi Kurniawan, Lampung strategis secara lumbung suara. Di Pemilu 2014, Jokowi menang, walaupun tipis dari rivalnya, Prabowo. Di pemilu kali ini, Jokowi, bisa menang, bisa juga kalah.
Sehingga Jokowi agak khawatir suara di Lampung akan tergerus. Karena memang fenomena suara di Sumatera terpengaruh faktor ekonomi.
”Kita tahu harga lada, harga komoditas perkebunan sekarang pada umumnya di Sumatera termasuk Lampung jatuh di pasaran internasional. Inilah yang kemudian membuat ekonomi tidak bergerak secara signifikan di daerah-daerah yang bergantung pada komoditas ekspor,” urainya.
Namun begitu, Jokowi juga punya track record cukup baik di Lampung karena membangun infrastruktur JTTS yang mencoba dijadikan pencitraan baik oleh Jokowi.
"Pertanyaannya apakah infrastruktur itu berdampak secara signifikan pada ekonomi Lampung dalam waktu singkat ini? Karena dampaknya baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," tegasnya.
Kalau dipetakan di Lampung itu basis Jokowi berada di desa-desa, sedangkan Prabowo di kota.
"Yang menjadi kekhawatiran Jokowi itu adalah basis pertanian. Dia takut suaranya akan lenyap di basis-basis pedesaan," kata dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
