Pengamat: Dukungan untuk Petahana Kemungkinan Tidak akan Berubah Lagi
Anonymous
Bandarlampung
Disinggung apakah peluang Eva Dwiana dan Rycko Menoza dalam memperebutkan rekomendasi DPP PDIP sama-sama kuat, Himawan memperkirakan peluangnya 60:40 persen.
”Itu karena Rycko belum sempat dipanggil. Tapi ingat, politik itu dinamis setiap saat bisa berubah konstelasinya dan dukungan logistik juga bisa merubah peta politik,” ucapnya.
Himawan memaparkan, Eva Dwiana dianggap paling siap untuk berkompetisi dengan mesin politiknya di luar partai. Artinya, tanpa partai pun bisa memenangkan pilkada.
”Ya beliau (Eva Dwiana) sudah memiliki jaringan yang dibangun sejak lama dari awal suaminya (Herman HN) maju menjadi calon Wali Kota Bandarlampung,” paparnya.
Terkait apakah pasangan bakal calon yang sudah dipanggil DPP PDIP akan berubah atau tidak hingga pendaftaran calon ke KPU, menurutnya hanya pasangan balon kada Bandarlampung yang mungkin bisa berubah.
”Yang lain seperti Waykanan, Pesawaran dan Lampung Tengah, kecil kemungkinan berubah,” tutupnya.
Sementara, pengamat politik asal Unila lainnya Bendi Juantara mengatakan, pemanggilan ketiga petahana dalam kerangka demokrasi merupakan prosedural pemilihan kepala daerah. Sekaligus mengoreksi kinerja kepala daerah.
Menurutnya, partai politik sebagai bagian dari tiang demokrasi berfungsi menyeleksi calon-calon kepala daerah yang sesuai dengan referesentasi kepentingan masyarakat.
Dia menjelaskan, dengan adanya pemanggilan balonkada oleh partai politik memungkinkan beberapa hal, yaitu melakukan penilaian sejumlah balonkada yang dianggap unggul dalam survei, lobi-lobi politik kursi kepala daerah atau wakil kepala daerah yang berasal dari PDIP. Ini mengingat Lampung kandang banteng.
Kemudian, penyatuan ideologi, visi dan misi serta rencana strategis pembangunan untuk lima tahun ke depan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
