Panwaslu Sampang Bantah Berpihak ke Salah Satu Calon
Anonymous
Sampang
Kala itu, ratusan tim pendukung "Mantap" berunjuk rasa di kantor Panwaslu Sampang hingga terjadi kericuhan.
Mereka mengaku kecewa karena laporan dugaan kecurangan saat pelaksanaan Pilkada Sampang yang berlangsung pada 27 Juni 2018 ditolak Panwaslu dengan alasan tidak cukup alat bukti.
Massa pengunjuk rasa yang berjumlah ribuan orang ini juga menuding, Panwaslu Sampang terkesan memihak pada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu.
Saat berunjuk rasa massa pendukung cabup/cawabup "Mantap" ini juga meminta agar Bawaslu Jatim mengambil alih kasus pelanggaran pilkada di Sampang dan memecat semua komisioner Panwaslu Sampang karena dinilai tidak netral dan berpihak pada pasangan tertentu.
Pada Pilkada ini diikuti oleh tiga pasangan calon itu, pasangan dengan nomor urut 1, yakni Slamet Junadi-Abdullah Hidayat (Jihad), diketahui berhasil meraih dukungan 257.121 suara atau 38,04 persen. Nomor urut 2, Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih dukungan 252.676 suara atau 37,38 persen.
Kemudian, nomor urut 3, yakni Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 166.059 suara atau 24,57 persen.
Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur digelar di 1.450 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 180 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan Kabupaten Sampang.
Pesta demokrasi lima tahunan guna memilih calon pemimpin itu diikuti tiga pasangan, yakni H. Hisan/K.H. Abdullah Mansyur (Hisbullah) didukung Partai Demokrat dan PAN.
Selanjutnya, pasangan H. Slamet Junaidi/H. Abdullah Hidayat (Jihad) didukung Partai NasDem, PKS, PDIP, dan PPP; pasangan Hermanto Subaidi/Suparto didukung Partai Gerindra, dan PKB .
Sementara itu, daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Sampang, Madura untuk pilkada setempat sebanyak 803.499 orang yang terdiri atas 397.031 laki-laki dan 406.468 perempuan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
