PDIP dan MUI Lampung: Jangan Jual Agama dalam Politik!
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Politik identitas jadi salah satu topik bahasan dalam diskusi Sarasehan Bulan Bung Karno di DPD PDI P Lampung, Jumat (30/6/2023).
Dalam diskusi beberapa peserta mempertanyakan perihal adanya politik identitas dalam disetiap kali Pemilu, baik Pilpres ataupun Pileg.
Ketua MUI Lampung yang juga Ketua PBNU Prof Moh Mukri mengimbau kepada Parpol untuk berhenti 'menjual' agama dalam Politik.
Menurutnya, agama adalah solusi kehidupan, jangan jadikan agama sebagai masalah. Apabila agama, dijadikan politik identitas bisa jadi masalah, seperti orang yang tidak sama pilihan malah dikafir-kafirkan.
"Slihakan partai jualan program, masalah ekonomi memberantas kemiskinan dan lain-lain. Jangan jualan agama, itu udah nggak zaman," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Lampung Sudin mengatakan, kenapa harus mengorbankan agama dengan politik. Agama dan Politik merupakan dua hal yang berbeda.
"Jadi jangan dibulak-balik atau jangan dicampuradukan," ujarnya.
Dirinya memberikan contoh, di Cina misalnya. salah satu kota mayoritas penduduknya adalah Muslim, pemerintah setempat memberikan kebebasan untuk beragama.
Tetapi tidak boleh berpolitik di dalam masjid, karena mereka tidak mau agama di tarik-tarik ke politik.
"Kalau ada kader atau caleg PDIP melakukan politik identitas. Laporkan ke saya, saya akan adukan ke DPP, pasti ada sanksinya." tegasnya. (*)
Politik Identitas
PDIP Lampung
MUI Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
