Menakar Strategi Politik SBY dan Prabowo di Pilkada 2018

Sukma Alam

Sukma Alam

8 Januari 2018 11:23 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi. FOTO: RILIS.ID/Akbar Pathur
Rilis ID
Ilustrasi. FOTO: RILIS.ID/Akbar Pathur

RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Toto Sugiarto menilai, Partai Demokrat akan selalu berada pada politik dua kaki. Hal itu terlihat dalam koalisi di Pilkada 2018 yang bergabung pada kubu Megawati dan kubu Prabowo.

"Sejak awal mengambil sikap penyeimbang tidak ke kanan dan ke kiri, dia kekuatan ketiga. Tapi tentu dia punya target lain menancapkan kaki di nasional. Tidak menutup kemungkinan untuk berada di kekuasaan," ujar Toto kepada rilis.id di Jakarta, (8/1/2018).

Dia mengatakan, partai pimpinan SBY itu meniru gaya Partai Golkar yang memiliki ambisi untuk berkuasa. Karena itu, politik dua kaki yang dilakukan SBY untuk mengamankannya di Pilpres 2019 mendatang.

"Ini kan gaya dengan Golkar, siapapun yang berkuasa Golkar akan tetap di kekuasaan. Demokrat mungkin mengambil sama seperti itu. Demokrat ingin  penguasa, AHY (Agus Harimurti Yudhyono) jadi cawapres atau orang-orangnya (kader) jadi menteri," pungkasnya.

Sementara, dia mengatakan, sikap Prabowo Subianto di Pilkada 2018 sudah jelas tidak berkoalisi dengan PDIP. Menurutnya, hal ini menunjukan Prabowo ingin berhadapan langsung dengan Jokowi di Pilpres 2019.

"Sikap politik Prabowo head to head itu sudah dimulai di Pilkada, tidak ada kerja sama di antara keduanya (PDIP-Gerindra), ini langkah 2019," tuturnya.

"Prabowo akan menjadi lawan Jokowi. Sekarang berebut daerah untuk menapakan kaki di Pilpres 2019. Setelah berebut di daerah digunakan untuk menggerakkan mesin politk kemenangan Pilpres itu," tambahnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya