Kunjungan Capres ke Jatim Tak Dongkrak Elektabilitas, Ini Sebabnya...

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

7 September 2018 13:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W Oetomo menilai, kunjungan Joko Widodo dan Prabowo Subianto ke Jawa Timur tidak berdampak pada kenaikan elektabilitas. Pasalnya, pertarungan di Pemilihan Presiden 2019 masih jauh dan pemilih masih melihat visi dan misi kandidat.

"Saya rasa kunjungan Jokowi dan Prabowo ke Jatim belum ke fase atau level peningkatan elektabilitas," katanya pada Jumat (7/9/2018).

Dia menyarankan agar kedua kandidat mampu membawa narasi politik yang tajam di Jatim. Sehingga, publik bisa menilai dan simpati, sehingga bisa menaikkan elektabilitas keduanya.

"Keduanya secara khusus belum membawa narasi yang menukik dan kontekstual yang bisa menarik pemilih Jatim utamanya Nahdlliyin," tambahnya.

Meski demikian, kunjungan keduanya akan meningkatkan popularitas mereka di kalangan Nahdliyin. Secara otomatis, akan terbangun ikatan emosional dari kantong dan basis massa yang didatangi.

"Narasi yang mereka berdua bawa dalam kunjungannya kali ini masih pada fase dan level sikaturahmi yang lebih menyentuh aspek popularitas dan akseptabilitas dibanding aspek elektabilitas," tambahnya.

Sekadar diketahui, dua kandidat  Calon Presiden berkunjung ke Jawa Timur. Jokowi melakukan kunjungan ke Ponpes Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto dan IKIP Adibuana, Surabaya-. Disaat yang sama, Prabowo berziarah ke makam pendiri NU yakni KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng, KH Wahab Chasbulkah di Tambak Beras Jombang dan Syeck Raikona Cholil di Bangkalan, Madura.  

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya