Kesaksian Kades: Rp1 Juta per Orang Untuk Rekrut Suara 15 Orang

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

10 Juli 2018 13:24 WIB
Elektoral | Rilis ID
Sidang di Kantor Gakkumdu Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Sidang di Kantor Gakkumdu Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Kepala Desa (Kades) Babulang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Iskandar, menjadi saksi dalam sidang pemeriksaan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) Pilgub Lampung di Kantor Gakkumdu, Selasa (10/7/2018) siang. 

Iskandar mengungkapkan bahwa pada Kamis (17/7/2018) sebanyak 20 orang dari 25 kades, diberikan uang Rp1 juta per orang. Mereka diperintahkan Paulus, oknum tim sukses pasangan calon nomor urut tiga, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, mencari massa 15 orang. 

"Termasuk kami kades, diminta mencari 15 orang per dusun yang diharapkan bisa menarik warga sehingga  masuk mata pilih," ungkap Iskandar dalam persidangan itu. 

Dijelaskannya, jika Arinal-Nunik sampai memperoleh 60 persen suara di Pilgub Lampung 2018, Paulus menjanjikan memberikan ambulans.

Iskandar mengaku, pada hari itu menghadiri undangan di Bandar Negeri Resort pada jam 19.00. Pada hari itu kades se Kecamatan Kalianda  dan Penengahan menghadiri acara tersebut. 

“Ada Bapak Kholil dari PKB,  Syaiful Azzumar dari Golkar, ada Rusman Efendi dari Golkar, ada saudara Romli sebagai moderator, serta tim yang mewakili cagub nomor 3 Paulus. Pada wakru itu  kami diajak mengarahkan massa,  dari desa kami masing-masing, kemudian kami diberikan data data tim relawan yang ada di desa desa kami,  semua semua sudah saya serahkan ke pengacara.  Data-data sangat tersusun rapi bu,  1 orang diperintahkan rekrut 15 orang,  termasuk kami kades 15 org per Dusun," kata Iskandar kepada Majelis Pemeriksa Khoir. 

Karena dia hanya  menyanggupi 50 persen suara,  Iskandar pun didiskualiafikasi tidak masuk dan tidak dikabari lagi. 

"Siapa-siapa yang dianggap 50 persen dianggap didiskualifikasi oleh mereka, kami di desa tidak mengetahui secara pasti kapan dimana waktu mereka bagikan uang ataupun yang lain- lainnya," kata dia. 

Diterangkannya, waktu itu seluruh kades yang hadir,  diberi uang transportasi Rp1 juta. 

"Setelah itu saya tidak dikabari lagi,  karena saya gak mau diperintah perintah, " kata dia. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya