Kader Muda Golkar Aliza Gunado: Isu Pilpres Jangan Dibolak-balik
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Kader Muda Partai Golkar Aliza Gunado angkat bicara perihal isu-isu yang disampaikan oleh lawan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Diketahui, lawan pasangan Prabowo-Subianto, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan selalu menyampaikan isu-isu yang dinilai menyindir pasangan nomor urut 2 tersebut.
Aliza mengatakan, soal statement Capres Ganjar Pranowo yang memberi nilai 5 soal penegakan hukum saat ini. Menurutnya, seharusnya Ganjar mempertanyakan hal ini kepada Cawapresnya Mahfud MD yang merupakan mantan menkopolhukam.
"Kemudian di legislatif, Ketua Komisi III DPR RI adalah kader partai PDIP," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Selain itu, terkait isu yang menyatakan kekuasaan saat ini seperti zaman orde baru karena adanya indikasi akan mobilisasi ASN, pendamping PKH, pegawai lapas, dan perangkat desa.
Tetapi yang harus digaris dibawahi adalah kementrian yang menaungi ASN adalah MenPANRB, dan mentrinya adalah petugas partai dari parpol tertentu.
"Jadi dari beberapa point di atas mengenai kalimat seseorang mengatakan, yang berkuasa saat ini adalah seperti orde baru, arti sebenarnya itu perkataan lebih baik disampaikan kepada siapa untuk siapa?" katanya.
Kemudian, lanjut Aliza. Soal isu IKN yang disampaikan Capres Anies Baswedan, bawah perpindahan ibu kota akan terjadi ketimpangan baru untuk beberapa daerah lain.
Menurut Aliza, sebaiknya Anies diskusi atau berbicaralah terlebih dahulu kepada cawapresnya, karena partai PKB juga ikut menyetujui dan ikut menandatangani saat pembahasan di DPR RI serta pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN).
"Dan ketua umum PKB adalah Muhaimin Iskandar, yang saat ini menjadi cawapresnya, Apakah mereka belum sempat ngobrol terkait IKN?" katanya.
Kader Muda Golkar
Prabowo Subianto
Joko Widodo
Anies Baswedan
Ganjar Pranowo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
