Jokowi ke Lampung Lagi, 1500 Pasukan dan Sniper Siaga

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

5 Desember 2018 16:54 WIB
Politika | Rilis ID
Danrem 043/Gatam Lampung Kolonel Kav Erwin Djatniko. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman
Rilis ID
Danrem 043/Gatam Lampung Kolonel Kav Erwin Djatniko. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Presiden Jokowi akan ke Provinsi Lampung lagi. Dia dijadwalkan membuka Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Silaknas ICMI) ke-28. Dari semula Jumat (7/12/2018) dimajukan Kamis (6/12/2018) besok.

Jokowi sebelumnya ke Lampung pada dua Minggu lalu dalam dua agenda. Yakni agenda kenegaraan dan kampanye sebagai calon presiden (capres) nomor urut 01.

Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Erwin Djatniko menegaskan pihaknya tadi pagi (5/12/2018) melakukan rapat koordinasi untuk kedatangan Presiden Jokowi.

"Rapat dengan semua unsur terkait," kata Danrem via WhatsApp, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya personel gabungan untuk pengamanan presiden kurang lebih 1500 anggota.

”Ini tugas mulia, mengamankan presiden,” sebut dia.

Disinggung pengerahan sniper, Danrem mengaku menyesuaikan SOP (Standar Operasional Prosedur) dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Ketua ICMI Orwil Lampung M Yusuf Sulfarano Barusman, kunjungan Jokowi ke Lampung ini sesuai hasil rapat koordinasi dengan protokol kepresidenan. Tempatnya di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (4/12/18) lalu.

Menurutnya, presiden dijadwalkan membuka Silaknas pada Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 18.30 WIB  di Mahligai Convention Centre Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL).

"Nanti ya saat ini kami lagi mempersiapkan kedatangan Presiden, ini lagi rakor persiapan, karena  besok Presiden rencananya hadir," jelasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya