Jokowi Kesusahan Rebut Suara 'Swing' di Pilpres 2019, Kenapa?

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

25 Agustus 2018 21:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universita Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam memprediksi Joko Widodo kesulitan mengandalkan Mahruf Amin untuk menggaet suara mengambang dan swing voters yang mencapai 20 persen di Pemilihan Presiden 2019.

"Suara warga Muhammadiyyah diprediksi  akan banyak lari ke Pas, dan Jokowi diprediksi akan bergantung pd potensi suaranya sendiri, relatif mengandalkan potensi suara dirinya utk mengaet undecided dan swing voters 20 persen dipilpres 2019," katanya pada Sabtu (25/8/2018).

Dia mengatakan, kemungkinan Jokowi akan bertarung sendiri cukup besar untuk melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya, sebagian besar massa mereka mengembang adalah generasi milenial. 

"Ceruk angka undecided voters konsisten di 20 persen sesungguhnya itu hanya akan mengandalkan potensi suara jokowi sendiri. Bahkan bisa jadi 20 persen itu adalah pertarungan riil antara jokowi dan sandi," tambahnya. 

Dikatakan Surokim, kedua kubu harus punya narasi kampanye yang menyentuh basis milenial, terutama yang dibangun di dunia maya. 

"Siapa yang akan mendapat limpahan suara 20 persen itu akan sangat tergantung dari bangunan wacana dan produksi isu yg dibangun di udara dan itu akan sangat bergantung pada efektifitas perang udara antarkedua kandidat," tegasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya