Inkonsistensi Kebijakan Pemerintah Dinilai Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menjaga konsistensi dalam mengeluarkan kebijakan pemerintah.
Menurut Pangi, sejumlah kebijakan Jokowi yang tidak konsisten itu akan menggerus elektabilitasnya.
"Karena masyarakat kan melihat konsistensi presiden dalam kebijakan. Kalau tidak konsisten kan masyarakat jadi bingung, ini presiden atau bukan," kata Pangi kepada rilis.id, Rabu (5/12/2018).
Dia mengatakan, seorang presiden dari awal sampai akhir seharusnya konsisten dalam segala hal, termasuk ketika mengeluarkan kebijakan. Hal itu, menurutnya, yang bisa membedakan antara presiden dengan seorang politisi.
"Konsistensi itu tidak boleh berubah-ubah. Jangan sudah janji kerja, ketika ditagih kemudian baper. Tidak boleh seperti itu. Karena incumbent itu kan yang dilihat pelaksanaan janji-janjinya," ujarnya.
Pangi juga menyoroti terkait sejumlah pernyataan Jokowi yang belakangan konfrontatif, salah satunya 'politik genderuwo'. Mestinya, lanjut dia, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tak perlu mengeluarkan pernyataan seperti itu.
"Seorang incumbent itu kan tugasnya meyakinkan, menyosialisasikan, fokus pada kerja, menjelaskan keberhasilan. Enggak usah ke yang lain, apalagi konfrontatif. Enggak perlu menyerang, enggak perlu menyampaikan pernyataan yang merendahkan beliau sebagai presiden," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyinggung Jokowi yang kerap tidak konsisten dalam mengeluarkan kebijakan.
Salah satunya, menurut dia, terkait larangan penggunaan cantrang yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (seinen nets).
Hal itu disampaikan Herman saat menjadi pembicara dalam Topic Of The Week "Selasa-an" yang bertajuk "Carut Marut Komunikasi Kebijakan Jokowi: Konsistensi, Inkonsistensi dan Ambivalensi" di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (4/12/2018).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
