Herman HN: Saya Tidak Perintahkan Massa Hadiri Jalan Sehat Jokowi
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Wali Kota Bandarlampung Herman HN menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan atau mengajak massa menghadiri Jalan Sehat Capres Petahana, Joko Widodo pada Sabtu (24/11/2018) lalu.
"Saya gak pernah memerintahkan, apalagi ngajak-ngajak. Kalau orang datang wajar-wajar saja," kata Herman usai diklarifikasi di Kantor Bawaslu Kota Bandarlampung, Jumat (7/12/2018).
Menurutnya, saat di Tugu Adipura lalu, Jokowi pun tidak mengumbar seruan kampanye, sehingga membuat kehadiran massa menjadi hal yang wajar.
"Ini, saya jelasin ya, bahwa saya tidak mengerahkan massa, orang datang wajar-wajar saja. Pak Presiden, Pak Jokowi kan nggak ngomong-ngomong kampanye apa enggak. Kalau dia ngomong mekik-mekik, pilih-pilih saya pilih saya kampanye namanya. Makanya baca aturan ya," tegas Herman.
Orang nomor satu di Kota tapis berseri ini menyebutkan bahwa dirinya tak mengetahui betul jika izin kehadiran Jokowi pada Sabtu (24/11/2018) lalu di Bawaslu sebagai kampanye.
"Saya gak tahu ya, Tapi izinnya di Bawaslu mungkin kampanye. Tapi kan buktinya kamurang kan liat (tidak ada orasi kampanye) nggak tau kalau kamurang (pewarta) tidur. Nggak kampanye kan?, dia langsung jalan, aja," ucapnya.
Disinggung terkait RT Gunungterang yang dipecat, Herman mengaku karena salah makanya dipecat.
"Mau dia lapor ke Bawaslu? Silakan, sekalian aja lapor ke Tuhan," tegasnya.
Herman warning RT dilarang pro calon legislatif, maupun bermain-menjadi tim sukses atau saksi bayangan.
"Jangan tergiur dengan duit Rp3 juta dari caleg. Kan sudah saya gaji satu bulan Rp.1 Juta. Makanya otak itu jangan korengan, kan sudah saya gaji Rp.12 juta per tahun, untuk tunjangan RT, itu uang rakyat, untuk melayani rakyat, " tegas Herman.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
