Dukungan Kotak Kosong Muncul karena Calon Bukan Lahir dari Rakyat

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

4 Juli 2018 12:09 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Politisi Partai Golkar Firman Subagyo menilai, fenomena kotak kosong yang muncul dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus menjadi bentuk pembelajaran yang penting untuk ke depannya. 

"Masalah ini akan menjadi pembelajaran bagi parpol untuk berhati-hati," kata Firman, Rabu (4/7/2018).

Menurut dia, adanya calon tunggal melawan kotak kosong karena adanya kekosongan hukum yang tidak diatur dalam regulasi perundang-undangan.

Menurutnya, bila ada gerakan masyarakat yang mendukung kotak kosong dengan masif itu bisa disebabkan karena calon tunggal yang muncul sebenarnya bukanlah representasi pilihan rakyat.

"Calon tunggal seperti ini representasi dari pilihan parpol dan parpol itu bisa dikondisikan oleh calon yang kuat karena ada proses politik untuk rekomendasi dengan transaksional," katanya.

Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan kondisi yang bahaya dan bertentangan dengan kehendak rakyat.

Firman juga mengingatkan kepada parpol agar tidak menganggap sepele kotak kosong karena bisa saja kotak kosong itulah yang bakal menang.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya