Dukungan Kotak Kosong Muncul karena Calon Bukan Lahir dari Rakyat
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Politisi Partai Golkar Firman Subagyo menilai, fenomena kotak kosong yang muncul dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus menjadi bentuk pembelajaran yang penting untuk ke depannya.
"Masalah ini akan menjadi pembelajaran bagi parpol untuk berhati-hati," kata Firman, Rabu (4/7/2018).
Menurut dia, adanya calon tunggal melawan kotak kosong karena adanya kekosongan hukum yang tidak diatur dalam regulasi perundang-undangan.
Menurutnya, bila ada gerakan masyarakat yang mendukung kotak kosong dengan masif itu bisa disebabkan karena calon tunggal yang muncul sebenarnya bukanlah representasi pilihan rakyat.
"Calon tunggal seperti ini representasi dari pilihan parpol dan parpol itu bisa dikondisikan oleh calon yang kuat karena ada proses politik untuk rekomendasi dengan transaksional," katanya.
Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan kondisi yang bahaya dan bertentangan dengan kehendak rakyat.
Firman juga mengingatkan kepada parpol agar tidak menganggap sepele kotak kosong karena bisa saja kotak kosong itulah yang bakal menang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
