Akademisi Unila Gemas dengan Debat Cagub Lampung
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat politik Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, gemas dengan penampilan sejumlah kontestan pada debat kandidat perdana di Bandarlampung, Sabtu (7/4/2018). Sebab, banyak jawaban yang diberikan tak sesuai pertanyaan.
"Bagaimana mungkin bisa menjawab tantangan, membawa pembangunan Lampung lebih baik, sementara mereka secara personifikasi tidak mampu memberikan jawaban layak didengar, diterima," ujarnya saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Minggu (8/4) malam.
"Di sini saya cukup prihatin. Apa yang disampaikan semalam, seharusnya forum itu mencerminkan gagasan, visi-misi yang hendak mereka bangun untuk Lampung," imbuh dia.
Dalam debat tersebut, ada insiden menarik. Salah satunya, terkait tanggapan calon Gubernur nomor urut 2, Herman HN, saat ditanya moderator soal inflasi.
Dia menilai, inflasi merupakan hal positif, usaha. Padahal, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi ialah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa yang berlangsung secara terus-menerus. Jika inflasi meningkat, harga barang dan jasa di dalam negeri mengalami kenaikan.
Baca: Ditanya Inflasi, dengan Tersenyum Cagub Lampung Ini Bilang...
Semestinya, menurut Yusdianto, debat itu dimanfaatkan kandidat untuk menguraikan lebih jauh soal visi-misi dalam membangun Lampung. Sehingga, pemilih mengetahui kualitas, kapasitas, dan kapabilitasnya.
"Apakah memang layak sebagai calon atau tidak. Nampak sekali kapasitas, dalam hal ini kemampuan untuk menerjemahkan dari apa yang disoalkan, tidak dapat dijawab secara langsung mereka," jelasnya.
Namun begitu, Yusdianto belum mau memberikan penilaian terhadap kandidat yang paling menonjol. Pertimbangannya, debat baru sekali digelar. "Ini baru pertama. Akan ada kedua dan ketiga. Nantilah, sehingga bisa simpulkan, bisa nilai kapasitas calon," tuntasnya.
Baca: Inflasi Bandarlampung: Tertinggi di Awal 2018
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
