Aburizal Bakrie Tolak Cara Premanisme Terhadap Gerakan #2019Ganti Presiden

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 Agustus 2018 09:35 WIB
Elektoral | Rilis ID
Aburizal Bakrie. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Aburizal Bakrie. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Politisi senior, Aburizal Bakrie, menegaskan dirinya menolak cara-cara represif maupun premanisme terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

Meski Partai Golkar adalah yang paling pertama dan terdepan mendukung Bapak Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya selama dua periode akan tetapi kami menolak dengan keras cara-cara represif dan premanisme terhadap gerakan #2019GantiPresiden tersebut, pendapat Aburizal Bakrie, dikutip dari laman Facebooknya, Aburizal Bakrie, Senin (27/8/2018).

Menurutnya, kebebasan menyatakan pendapat dijamin dan diatur oleh undang-undang.

Ical, begitu ia akrab disapa, menilai pelarangan Neno Warisman untuk menghadiri acara deklarasi di Pekanbaru dan pengepungan terhadap Ahmad Dhani Prasetyo di Surabaya, yang dilakukan dengan cara represif dan membiarkan tindakan premanisme.

"Hal tersebut tidak sejalan dengan iklim demokrasi yang sedang kita bangun," kata mantan Ketum Partai Golkar ini.

Kemudian, lanjut Ical, tindakan tersebut tidak menunjukkan netralitas aparat dalam mengayomi masyarakat. 

"Cara-cara seperti ini justru merugikan Pak Jokowi dan tidak menggambarkan cara mendukung yang baik dan benar," katanya.

Seyogyanya, kata Ical, meskipun berbeda pilihan tetapi harus saling menghargai dan menghormati kebebasan berpendapat.

"Karena itu kami juga menghimbau kepada aktivis #2019GantiPresiden untuk tetap bergerak dalam koridor peraturan perundangan dengan cara-cara santun, bermartabat dan kepatuhan terhadap hukum. 
Tidak pelu mengeluarkan ucapan atau tindakan-tindakan yang provokatif, yang akan memperkeruh suasana," pintanya.

Sementara untuk aparat penegak hukum, hendaknya memberikan pembelajaran demokrasi kepada masyarakat dengan tidak memihak dan dapat memfasilitasi serta mengatur masing-masing unjuk-pendapat sehingga terhindar dari konflik di lapangan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya