Innalillahi Bayi Usia Dua Bulan Meninggal Usai Operasi Di RSUDAM, Dugaan Jual Beli Alat Medis Menyeruak
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Elda juga menyesalkan lambatnya pelayanan terhadap si bayi. Ada satu moment di mana keluarga korban mencari-cari perawat atau suster yang berjaga untuk melaporkan kondisi selang dihidung si bayi yang tampak adanya pergeseran dari posisi sebelumnya.
Namun jawaban perawat kala itu untuk tunggu sebentar lantaran sedang menangani pasien
lain. Perawat juga mengaku mereka keteteran dikarenakan hanya dua orang yang bertugas menangani 32 pasien kala itu.
“Tidak ditangani dengan baik, seharusnya kan bayi itu dilihat bajunya basah ada bercak darah bekas operasi diganti kek tapi ini nggak dibiarkan saja bayi dengan popok yang berlumuran darah bekas operasi tadi,”keluhnya.
Selain itu ia juga menyesalkan keputusan dr. BR yang tidak lagi memantau kondisi bayi setelah selesai menjalankan operasi.
Bahkan dari pengakuan keluarga pasien ada satu dokter visit memantau yang datang memacu jantung pada saat kondisi si bayi sudah tersengal-sengal dengan tubuh membiru.
Saat ditanya perihal keterangan dokter terhadap kondisi bayi pasca operasi, keluarga pasien mengatakan penjelasan yang diberikan dokter bahwa pasca operasi itu baik-baik saja. Ajal tersebut menjemput lantaran kondisi jantung bawaan si bayi.
Pada saat kondisi genting itu keluarga pasien disarankan agar segera di bawa ke PICU namun ruangan PICU penuh, dan si bayi dibantu dengan alat pernapasan sampai akhirnya bayi cantik Bernama Alesha menghembuskan nafas terakhirnya.
Fakta janggal lainnya Ketika keluarga pasien disuruh mencari PICU di RS. Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Lagi-lagi keluarga pasien lah yang mesti mencari informasi sendiri soal ketersediaan pelayanan PICU yang dimaksudkan.
“Kami kecewa betul kenapa kok keluarga pasien yang nyari sendiri bukankah seharusnya yang berkomunikasi soal ketersediaan alat bantu itu antara rumah sakit dengan rumah sakit yang paham akan prosedurnya. Kalau keluarga pasien kan kondisi sedang genting perhatian harus terbagi antara menjaga si bayi dan mencari alat bantu,” ungkap kerabat korban.
Rsudam
rumah sakit umum daerah abdul Moeloek
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
