Wilayah Indonesia Mulai Terkena Gelombang Panas? Ini Penjelasan BMKG
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Cuaca di sebagian wilayah di Indonesia mulai mengalami suhu panas di awal Mei 2024. Suhu maksimum harian pada tanggal 2-3 Mei antara 34 sampai 35,6 derajat Celsius.
Terkait fenomena suhu panas ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebabnya.
Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan suhu panas yang terjadi di Indonesia tidak berkaitan dengan kejadian fenomena gelombang panas yang terjadi di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir.
Hal ini karena fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia adalah fenomena yang bersiklus terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari.
Guswanto menjelaskan istilah gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut. Dengan suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.
“Fenomena gelombang panas ini umumnya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa, Amerika, dan sebagian wilayah Asia,” jelas Guswanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/5/2024).
Secara meteorologis, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah dekat permukaan akibat anomali dinamika atmosfer. Sehingga aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.
“Namun kondisi atmosfer tersebut sulit terjadi di wilayah Indonesia yang berada di wilayah ekuator. Meskipun beberapa wilayah mengalami cuaca yang panas, potensi hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Indonesia masih ada,” ujarnya.
Guswanto menyampaikan dalam sepekan terakhir bulan April 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah.
Seperti di Kerinci (Jambi) 83,8 mm/hari, Manado (Sulawesi Utara) 80mm/hari, Aceh Besar (Aceh) 130mm/hari, Sorong (Papua Barat) 91.0 mm/hari, Minangkabau (Sumatera Barat) 84 mm/hari, Kufar (Maluku) 83 mm/hari, dan Indragiri (Riau) sebesar 92 mm/hari.
cuaca panas
gelombang panas
BMKG
prakiraan cuaca
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
