Tangis Keluarga Pecah Saat Makam KH. Arief Makhya Ditutup, Andi Malarangeng: Keluarga Siap Lanjutkan Perjuangan Beliau
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Suasana harus terasa jelas saat pemakaman KH. Arief Makhya pada Kamis 16 Mei 2024. Ayahanda Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung, Edy Irawan Arief itu dilakukan di sebelah makam mendiang sang istri.
Ratusan pelayat dari berbagai kalangan mengantarkan KH. Arief Makhya tempat peristirahatan terakhirnya. Dari pihak keluarga terlihat Edy Irawan Arief dan Andi Arief.
Kemudian dijajaran pelayat terlihat seperti Kapolda Lampung Irjen Pol Helmi Santika, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
Kemudian Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana yang ditemani sang suami yang juga mantan Walikota Bandar Lampung dua periode, Herman H. N. Kemudian Andi Malarangeng dan Ketua PWNU Provinsi Lampung, Puji Raharjo juga nampak dalam barisan pelayat.
Keluarga yang sudah berkumpul saat almarhum KH. Arief Makhya akan dimasukkan dalam liang lahat ini menangis mengiringi prosesi pemakaman.
Tangisan itu semakin pecah ketika makam KH. Arief Makhya yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu ditutup.
Usai prosesi pemakaman selesai, pihak keluarga memberikan sambutan yang diwakilkan oleh Andi Malarangeng.
Andi mengatakan KH. Arief Makhya yang kelahiran Lampung Barat pada 6 Juni 1923 lalu ini merupakan saksi saat proses perjuangan kemerdekaan.
"Beliau lahir 6 Juni 1923 di Lampung Barat, artinya pada 17 Agustus 1945 beliau menjadi pemuda 20 tahunan yang terlibat dalam perjuangan pemerintahan. Saya pernah bertanya pada beliau tentang bagaimana situasi menjelang, saat, dan mempertahankan kemerdekaan, karena saya merasa tidak banyak lagi tokoh-tokoh yang bisa kita tanyakan lagi pengalaman saat menjelang, pada dan mempertahankan kemerdekaan," ungkap Andi.
Andi menyebut sosok KH. Arief Makhya bukan hanya tokoh Lampung, melainkan tokoh di Indonesia yang kian lama kian susah dicarikan penggantinya.
Kh. Arief Makhya
Arief Makhya
pemakaman KH. Arief Makhya
Arief Makhya tutup usia
Arief Makhya meninggal
lokasi pemakaman Arief Makhya
edy irawan arief
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
