Stockpile Batubara di Wilayah Waylaga Ancam Kesehatan Paru-paru Warga
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Keberadaan stockpile batubara di daerah Kelurahan Waylaga, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung dinilai mengacam kesehatan paru-paru warga yang bertempat tinggal dilokasi tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Kesehatan Masyarakat Dr dr Khairunnisa Berawi M.Kes saat dimintai keterangan Senin (30/1/2023).
Dr Khairunnisa mengatakan, pembuatan usaha stokpile batubara di tengah-tengah masyarakat harus berpedoman pada regulasi. Pasalnya selain merusak lingkungan, debu partikel batubara menyebabkan penyakit pernafasan dan lainnya.
"Pengusaha harus menjalankan sesuai regulasi yang ada untuk minimalisir dampak bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, pendirian dan pengelolaan usaha stockpile batu bara, wajib mengikuti peraturan dan perundangan yang mengatur hal ini seperti PP No 23 tahun 2010.
"Yakni tentang pelaksanaan usaha pertambangan mineral dan batu bara yang kemudian diperbarui dengan PP No 1 tahun 2014," ujarnya.
Selain itu, debu batu bara cukup berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dirinya menjelaskan, debu batubara adalah campuran kompleks berbagai proporsi mineral, trace metal, dan bahan organik dengan derajat yang berbeda dari partikel batubara.
Penyakit akibat debu batubara sering dihubungkan dengan sifat debu yang mudah diterbangkan oleh angin.
Berbagai komponen aktif debu batubara diduga berperan secara langsung pada patogenesis penyakit akibat debu batubara, antara lain silika, carbon centered radical, dan besi.
"Carbon centered radical adalah radikal bebas dari komponen organik batubara yang bisa didapatkan dalam debu batubara sehingga bisa berdampak bagi kesehatan," jelasnya.
Stockpile Batu Barau
Tak Berizin
Dikeluhkan Warga
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
