Pascabentrok Massa, TPUA Lampung Desak Kapolri Usut Tuntas
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Lampung meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas bentrok massa di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (15/11/2023).
Diketahui, sebuah organisasi masyarakat (ormas) baku hantam dengan massa aksi bela Palestina di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (25/11/2023).
Seorang anggota aksi bela Palestina, Anto, dikabarkan menjadi korban hingga kritis.
Satu unit mobil ambulans juga rusak. Kaca-kacanya dipecahkan dan dijungkirbalikan. Bendera tauhid dan Palestina dirobek dan dibakar.
"Di alam demokrasi seperti ini, peristiwa itu tidak bisa dibiarkan," tegas Ketua TPUA Lampung, Gunawan Pharrikesit.
Karena itu, ia meminta Kapolri menelusuri penyebab sebenarnya yang menyebabkan terjadinya bentrokan.
"Ini sudah sangat mengganggu ketertiban dan tidak mencerminkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kuat dugaan ini ada yang mendalangi," papar koordinator lapangan masyarakat Lampung mendukung kemerdekaan Palestina pada Reuni 212, di Jakarta, Sabtu (2/12/2023), ini.
Sementara itu, polisi menyatakan situasi pascabentrok sudah kondusif. Massa pun telah kembali ke rumah masing-masing.
Kapolda Sulut Irjen Setyo Budiyanto menyatakan aparat gabungan TNI-Polri langsung diterjunkan tak lama setelah bentrokan pecah.
Dia menyebut, bentrok terjadi saat ormas merayakan HUT ke-12. Pada waktu bersamaan ada aksi bela Palestina. (*)
Bela palestina
bentrok sulut
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
