PRT Tiga Kali Dihubungi Keluarga Tersangka Penganiayaan, Terakhir Mengaku dari Polda
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pekerja rumah tangga (PRT), DL (23), warga Pringsewu mengaku beberapa kali dihubungi keluarga majikannya.
Mereka meminta damai dan agar DL mencabut laporan dugaan penganiayaan di kepolisian.
Jumat (26/3/2023, Red) sore usai diperiksa di kepolisian, anak Oma (70) yang pertama menelepon DL.
"Dia minta alamat, katanya mau silaturahmi. Dia juga berharap saya mencabut laporan polisi," beber DL, Senin (29/5/2023).
Kepada DL, dia meminta maaf atas nama Oma dan berjanji bersujud di depan orang tua korban.
"Kalau saya pribadi memaafkan. Akan tetapi kalau disuruh cabut laporan mohon maaf ya," bebernya.
Setelah itu, DL memblokir anak Oma dan menghapus nomornya dari riwayat telepon.
Namun keesokan harinya, Sabtu (27/5/2023) sore, giliran anak Oma yang ketiga menelepon DL.
Tapi, DL tidak menerima dan menyerahkan telepon kepada orang tuanya.
Di telepon, anak Oma itu menangis sambil minta maaf kepada keluarga DL (baca: Aniaya hingga Telanjangi PRT, Ibu dan Anak Akhirnya Ditahan).
PRT
PRT dianiaya
PRT laporkan majikan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
