Lampung Masuki Musim Kemarau, Ini 5 Peringatan BMKG untuk Masyarakat
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Wilayah Lampung sudah memasuki musim kemarau pada bulan Juni 2023. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim kemarau.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan, musim kemarau akan terjadi mulai Juni hingga Agustus.
“Bulan Juni saat ini Lampung sudah masuk musim kemarau, puncaknya diprediksi akan terjadi pada bulan Juni atau Agustus,” kepada Rilis.di, Jumat (2/6/2023).
Untuk itu, Rudi Harianto mengingatkan 5 poin penting bagi masyarakat Lampung selama musim kemarau.
Yang pertama adalah menghemat penggunaan air bersih. Baik dari saluran PDAM maupun sumur bor di rumah masing-masing.
“Musim kemarau tentunya debit air akan berkurang, jadi penghematan sangat perlu. Gunakan air sesuai kebutuhan dan ketika ada saluran air bocor seera ditutup,” kata Rudi.
Kedua, menggunakan pakaian yang tipis saat beraktifitas di luar rumah. Pastikan jenis pakaian yang digunakan bisa menyerap keringat dan udara bisa tetap terasa di badan.
Ketiga, pebanyak minum air mineral saat siang hari untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan.
Keempat, bagi warga yang dekat dengan hutan dan lahan, jangan melakukan pembakaran sembarangan. Kalau ada yang dibakar, tetap di pantauan sehingga tidak menimbukan kebakaran luas.
Yang kelima khusus bagi masyarakat petani. Diimbau untuk menanam jenis tanaman yang cocok dengan kondisi kemarau dan tidak terlalu membutuhkan air dalam jumlah banyak.
musim kemarau
BMKG Lampung
krisis air
kebakaran hutan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
