Harga Pakan Melonjak, Peternak Ayam Petelur Unjuk Rasa di Lima Produsen
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
Ketujuh, meminta kepastian hukum melalui Keppres dan Pergub tentang hak budidaya layer untuk peternak mandiri.
Kedelapan, meminta pemerintah memberikan solusi dan bantuan kepada para peternak layer yang di bawah kapasitas 5 ribu ke bawah, bukan ke atas.
Kesembilan, meminta pemerintah memberikan bantuan UMKM kepada peternak rakyat mandiri yang saat ini dalam kondisi tidak baik atau terpuruk.
Terakhir, supermaket dan Indogrosir tidak membuat promosi harga telur.
"Hasilnya mereka (perusahaan pakan ternak) bersedia dilibatkan dan mendukung beraudiensi dengan gubernur Lampung dalam penyelesaian masalah ini," ungkap Subiyanto.
Ia berharap, dengan melibatkan seluruh stake holder permasalahan bisa teratasi dan para peternak ayam petelur dapat sejahtera.
"Kita berharap harga Rp6.300 per kilogram atau Rp315 ribu per sak. Namun belum ada titik temu karena perusahaan beralasan biaya bahan baku impor mahal. Jadi, harus duduk bareng pemerintah sebagai payung hukum," tandasnya.
Ia menyebutkan pertemuan dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dijadwalkan terselenggara pada Kamis (10/3/2022).
"Selama ini payung hukum tidak jelas dan perusahaan pakan tidak dilibatkan. Semoga saja ada solusi saat beraudiensi dengan gubernur Lampung," harapnya. (*)
Unjuk Rasa
Ketat Sejahtera Mandiri
Harga Telur
Naik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
