Bawa Jenazah Seberangi Sungai, Warga Pekon Pemerihan Harapkan Pemerintah Bangun Jembatan Menuju Makam
Riki Saputra
Pesisir Barat
RILISID, Pesisir Barat — Puluhan tahun, warga Pekon Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), harus rela menyeberangi sungai jika ingin menguburkan jenazah ke tempat pemakaman.
Ini dikarenakan, tidak adanya jembatan penghubung pemukiman warga menuju lokasi pemakaman yang terletak di lokasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Bahkan video yang memperlihatkan warga menyeberangi sungai sambil menggotong keranda, sempat viral di media sosial belum lama ini.
Untuk mengetahui lebih banyak berita yang viral tersebut, Rabu (7/6/2023), Rilis id Lampung mendatangi Pekon Pemerihan dan berbincang langsung dengan Peratin dan Ketua Lembaga Hippun Pemekonan (LHP) setempat.
Ketua LHP Pemerihan Amiril mengatakan, makam yang berada di lokasi TNBBS sudah ada sejak tahun 1960.
"Dari pihak TNBBS, secara tertulis dan lisan, lokasi pemakaman tersebut merupakan tanah religi dan wisata dengan luas satu hektare dan bisa dibangun jembatan," ujar Amiril.
Namun, izin yang diberikan pihak TNBBS belum bisa diwujudkan oleh masyarakat yakni membangun jembatannya. Hal tersebut, dikarenakan keterbatasan anggaran yang akan digunakan untuk membangunnya.
Sementara Dana Desa (DD) yang menjadi andalan masyarakat untuk membangun jembatan tersebut, tidak memungkinkan.
"Warga di sini sangat mengharapkan sekali jembatan itu bisa dibangun, meskipun tidak permanen," harap Amiril.
Peratin Pekon Pemerihan Subantoro mengakui, setiap kali ada warganya yang meninggal dunia harus dimakamkan dengan menyeberangi sungai. Jika air sungai meluap, warga harus membawa keranda dengan menggunakan rakit.
Tak ada Jembatan
warga seberangi sungai
ke TPU
Bengkunat
Pesibar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
